Fernandinho berkata bahwa ia bahagia dengan hasil yang diraih City di derbi Manchester dan memuji permainan timnya dengan predikat ‘cantik’.

City mendominasi total dalam kemenangan 3-1 atas Manchester United, memperlihatkan penampilan yang artistik dan rapi.

 

Pemain berusia 33 tahun tersebut menampilkan salah satu penampilan terbaiknya bagi Klub – tetapi seperti biasa ia tetap merendah setelah pertandingan, dan menyanjung kualitas tim di lini depan.

 

“Saya pikir tim bermain sangat bagus, terutama di babak kedua,” kata Ferna.

 

“Kami mengontrol pertandingan, bahkan ketika mereka mencetak gol dari penalti. Setelah itu, mereka tidak membuat peluang sama sekali untuk mencetak gol.

 

“Kami pantas menang karena para pemain depan melakukan pekerjaan yang luar biasa, menciptakan peluang, masuk ke kotak penalti dan mencetak gol.

 

“Sungguh indah untuk disaksikan dan saya yakin para fans kami senang dengan penampilan kami.”

 

Ilkay Gundogan mencetak gol ketiga City, proses gol itu tercipta setelah bertukar 44 operan yang membuat United mengejar bayangan.

 

Fernandinho berkata bahwa itu merupakan hasil dari prinsip keras City: hasrat untuk mengoper bola serta membuat lawan selalu bergerak setiap waktu.

 

“Kami selalu mengoper bola dan mencoba menemukan pemain diantara lini yang berada dalam posisi terbaik untuk menyerang lawan,” katanya.

 

“Kami meminta para pemain untuk menghormati posisi mereka dan mempertahankan posisi mereka karena bola pasti akan datang.

 

“Saya pikir itu yang terjadi, terutama dalam (proses) gol ketiga ini. Kami mengoper bola dan ketika Anda menemukan ruang untuk mempercepat permainan, menemukan ruang diantara lini dan Gundo mencetak gol menakjubkan.

 

“Itu membuat semua orang bahagia.”

Di sisi lain, City terus mempertahankan solidnya lini belakang, dengan duet Stones dan Laporte kembali tampil mengesankan.

Mereka hanya kebobolan lima gol sejauh ini di Premier League, dan dari lima gol tersebut hanya SATU gol yang tercipta dari open play.

Stones dan Laporte berkembang dari sisi pemahaman satu sama lain, nyaman dalam menguasai bola dan angresif dalam bertahan.

“Sepertinya mereka (Stones dan Laporte) saling mengerti satu sama lain dan itu bagus untuk keduanya karena mereka punya kualitas untuk menguasai bola dan mereka juga sangat berkembang dari sisi pergerakan tanpa bola,” kata Ferna.

“Mereka mengantisipasi permainan, saat mereka harus berlari kembali ke belakang, mereka saling melindungi.

“Ini bagus untuk mereka dan tim karena ketika Anda memiliki dua bek tengah yang tampil begitu bagus – mereka memberikan kepercayaan diri kepada seluruh tim dan pemain di lini depan merasa mereka melakukan pekerjaan luar biasa saat menguasai bola.”