Bagaimana mungkin? 

 

Dalam sebuah musim yang tak terlupakan, Paul Moulden mencetak 289 gol dalam 40 pertandingan – rataan 7,2 gol per pertandingan – rekor yang akan membuat para scout di seantero Eropa saling sikut untuk mendapatkan tanda tangan striker muda tersebut.

 

Paman Paul percaya catatan gol keponakannya itu pantas mendapat lebih dari sekedar pujian, oleh karena itu ia menulis kepada Guiness Book of Records yang setuju Paul merupakan remaja tertajam di dunia sepakbola.

 

Itu adalah rekor yang bahkan tak bisa disamai oleh Lionel Messi.

 


                        Moulden was a predator in the box - here, he dives to head home while Imre Varadi watches on
Moulden was a predator in the box - here, he dives to head home while Imre Varadi watches on

 

City terus mengawasi pemain yang bermain untuk Bolton U15 itu dan dua tahun berselang, ia menandatangani kontrak YTS (Youth Training Scheme) pertamanya dengan City di usia 17 tahun.

 

Ia segera melakukan yang terbaik, mencetak gol di level muda dan level cadangan (kini EDS).

 

Moulden langsung masuk ke tim muda City di tahun 1984/85 dan mencetak gol di tiga babak awal FA Youth Cup yang pada akhirnya tersingkir di tangan Newcastle United.

 

Musim berikutnya ia mencetak enam gol di empat putaran awal dan brace yang ia ciptakan membalikkan ketertinggalan City dari Arsenal di semifinal menjadi kemenangan agregat 2-1.

 

McNeill menurunkan pemain muda tersebut dan ia membuat debut pada malam tahun baru 1986 ketika City menang 1-0 berkat gol Mark Lillis – ia tampil gemilang dan ada euforia besar di kalangan pers tentang prospeknya.

 

Pada final FA Youth Cup 1986 melawan Manchester United, setelah imbang 1-1 di depan 7.602 fans di Old Trafford, 18.164 penonton hadir di Maine Road untuk leg kedua dan Moulden mencetak gol untuk membawa timnya menang 2-0.

 


                        Moulden (No.10) is congratulated by Tony Grealish after another goal
Moulden (No.10) is congratulated by Tony Grealish after another goal

 

Ia mencetak sembilan gol di FA Youth Cup dan menjadi bagian penting the Blues dalam menjuarai trofi itu untuk pertama kalinya sejak 35 tahun.


 


Final Piala di musim itu dimenangkan kontra Wigan Athletic. Ia tidak bisa berhenti mencetak gol.

 

Bahkan ia adalah pencetak gol alami.

 

Insting bagus, pintar dan mampu mencetak gol tap-in maupun lewat tembakan 30 yard, ia memiliki segalanya sebagai seorang striker.

 

Bagi fans city, ia adalah jawaban jangka panjang untuk tim senior yang berisi pemain yang mulai menua serta para pemain yang direkrut secara gratis.

 

Chant ‘one of our own’ pun berkumandang di teras.

Di bawah McNeill, City menjuarai promosi dari kompetisi kasta kedua namun kesulitan di musim 85/86. Moulden hanya bermain sekali bersama tim senior musim itu, sebagai pemain pengganti ketika kalah 1-0 dari Watford.

 


                        Back street boy: Moulden with Maine Road in the background
Back street boy: Moulden with Maine Road in the background

 

Para suporter frustrasi ingin melihat Moulden – top skor di tim cadangan agar ia diberikan kesempatan setelah ia mencetak 41 gol dari 42 pertandingan.

 

McNeill berhenti sebagai manajer City di awal musim 86/87, dan digantikan oleh asistennya Jimmy Frizzell yang memasang para anggota pemenang FA Youth Cup termasuk Paul Lake David White dan Ian Brightwell serta tentunya Moulden. Ia mencetak empat gol dari empat pertandingan sebelum mendapatkan cedera dan merasakan degradasi.

 

Ia mengakhiri musim dengan catatan lima gol dari 16 pertandingan sebelum mendapatkan cedera patah kaki di sesi latihan yang membuatnya absen sepanjang musim.

 

The Blues terpaksa menjual Stewart dan Varadi (duet striker utama saat itu), dan di musim 88/89 manajer Mel Machin memberikan apa yang dinanti suporter, Moulden menjadi striker utama disepanjang musim.

 

Kembali Moulden tak mengecewakan, mencetak 17 gol dari 35 penampilan di semua kompetisi dan City kembali promosi ke kompetisi tertinggi.

 

Apakah pemain berusia 22 tahun itu telah melakukan yang terbaik?

 

Sepertinya belum…

 

Machin menghubungi klub lamanya Bournemouth untuk membeli gelandang berkelas Ian Bishop dan Moulden dilepas sebagai bagian dari kesepakatan.

 

26 gol yang ia buat dari 58 penampilan sebagai starter tidak cukup dan harga Moulden membantu City untuk membayar Bishop.

 

Moulden menikmati musim pertama yang solid bersama the Cherries, mencetak 13 gol dari 38 pertandingan sebelum pindah ke Oldham Athletic setahun berselang.

 

Kembali ia mendapat cedera kaki, kali ini ia hanya bermain di 19 pertandingan dalam tempo tiga tahun.

 

Ia lalu pindah ke Brighton, Birmingham, Huddersfield dan Rochdale sebelum terpaksa pensiun di usia 28 tahun.

 

Total ia menderita empat kali patah kai selama bermain dan cedera ain yang tak terhitung.

 

Ia tetap terlibat dalam sepakbola, menjadi pelatih di akademi City untuk beberapa saat dan terkadang masih bermain di tim non-liga Accrington Stanley.

 

Ia juga mengikuti jejak orang tuanya membuka kedai fish and chop di Bolton, yang berjarak sangat dekat dari Bolton Lads Club dimana ia memulai karir sepakbolanya.

 

Kini, satu dari tiga puteranya, Louie – bermain untuk City U18.

 

Sepertinya Paul Moulden, salah satu striker lokal Klub, akan terus terhubung berama City untuk tahun-tahun ke depan. Tanpa cedera berat yang menimpanya, siapa yang tahu seberapa besar ia bisa bersinar bersama City.

 

Tetapi 289 gol dalam satu musim. Luar biasa.