quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Pembuktian Mahrez dan Dejavu musim lalu

Penampilan ekstravaganza City saat melawan Burnley melahirkan beberapa poin menarik. @rasyidmcfc coba mengurainya...

Pembuktian Mahrez

Setelah gagal mengeksekusi tendangan penalti di Anfield, Mahrez bangkit dan membuktikan ia tidak larut dalam mimpi buruknya.

Konsistensinya selama 90 menit dalam mengacak-acak sektor kanan pertahanan Burnley menjadi faktor besar pesta gol City malam itu.

Dalam 10 menit pertama, Mahrez telah melepas dua umpan silang berbahaya kepada Sergio Aguero - satu melenceng, satu lagi dimentahkan Joe Hart ke mistar gawang - dan sepanjang 90 menit, Burnley tampak kewalahan dengan suplai-suplai bolanya.

Total, Mahrez melepas 78 operan dengan tingkat akurasi 88 persen, empat di antaranya berbuah peluang matang. Pemain Aljazair ini juga melepas empat tembakan ke gawang yang berbuah satu gol cantik.

ALL SMILES: Riyad Mahrez celebrates with John Stones after his stunning strike

Versatilitas Mahrez adalah salah satu poin yang kerap disorot Pep Guardiola sejak kedatangannya ke Etihad Stadium.

Sempat kesulitan di awal musim, Mahrez nampaknya mulai panas dan membuktikan jika ia pantas disejajarkan dengan pemain elit dunia.

Hingga pekan kesembilan ini, iatelah mencetak tiga gol dalam dan menduduki peringkat ketiga pencetak gol terbanyak City sementara ini.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa ia tidak hanya lihai dalam urusan menyuplai bola tapi juga menjebol gawang lawan.

Selepas mimpi buruknya di Anfield, Mahrez kini bisa mimpi indah dan tidur dengan tenang.

Ooh.. Kevin De Bruyne!

Selain kemenangan telak atas Burnley, kembali merumputnya Kevin De Bruyne bagaikan sebuah pemanis di laga tersebut.

Masuk menggantikan Bernardo Silva di menit ke-58, De Bruyne memang belum berbicara banyak di laga perdananya setelah dua bulan menepi - namun, efek kehadirannya mampu mengangkat kepercayaan diri tim.

BACK IN BUSINESS: Kevin De Bruyne makes a welcome return from injury as he replaces Bernardo Silva

Pulihnya De Bruyne juga berarti membuka peluang Pep untuk mengaplikasikan berbagai variasi dan skema permainan - City bisa lebih fleksibel dalam menerapkan skema 3-5-2 atau 3-4-3 dengan De Bruyne sebagai jantung permainan - sehingga aliran serangan tidak selalu bergantung pada kedua sisi sayap.

Gelandang yang meraih penghargaan Playmaker terbaik Premier League 2017/18 ini pernah mengalami hal serupa pada 2016. Ia bahkan terpaksa melewatkan 12 laga namun begitu tetap berhasil mengoleksi enam gol dan 18 asis dan mencatatkan torehan terbaiknya dengan seragam City sejauh ini.

Dan jika alam berkehendak demikian, seharusnya penampilan De Bruyne hanya akan tambah menggila setelah pulih dari cedera.

Dejavu musim lalu

Hingga pekan kesembilan Premier League, City berhasil memuncaki klasemen Premier League dengan koleksi 23 poin dengan selisih gol +23.

Torehan ini hampir menyamai pencapaian musim lalu (di pekan yang sama) dengan 25 poin dan selisih gol +28.

Hasil ini memperlihatkan bahwa City punya bekal yang cukup untuk mengulangi prestasi musim lalu.

MEN AT WORK: Benjamin Mendy looks to put City on the attack

Dengan tambahan beberapa amunisi anyar dan pemain yang kembali pulih dari cedera, City punya opsi lebih banyak untuk merotasi pemainnya di tengah jadwal yang padat.

Kinerja lini belakang juga patut diacungi jempol, kembalinya Benjamin Mendy, Vincent Kompany dan Aymeric Laporte yang menghabiskan sebagian besar musim lalu di meja perawatan, berperan vital dalam solidnya lini belakang Blues - sementara Ederson, berhasil menjaga keperawanan gawangnya selama lima kali beruntun.

Konsistensi adalah kunci untuk mengulangi prestasi musim lalu - andai itu terjadi maka 100 poin bukan hal yang sulit untuk diulang lagi.