Setelah penampilan impresif dari sisi pertahanan ditunjukkan di Anfield, City kini memiliki barisan lini belakang yang mampu tampil dingin meski diliputi suasana penuh tekanan sekalipun.

Fakta bahwa City adalah tim Premier League pertama yang mampu mencegah lini depan Liverpool mencetak gol pada musim ini membuktikan hal tersebut.

Di bawah asuhan Pep Guardiola, City telah menuai puja-puji karena sepakbola menyerang yang begitu dinamis dengan kualitas tertinggi.

Namun dengan beberapa penambahan di lini pertananan kita dalam 18 bulan terakhir, the Blues kini juga memiliki soliditas pertahanan yang menyempurnakan skuat yang bergelimang talenta di lini depan.

Sejauh ini dari delapan pertandingan Premier League, City hanya kebobolan tiga gol – seimbang dengan Liverpool sebagai tim dengan jumlah paling sedikit kebobolan di liga.

Dalam banyak hal, solidnya lini pertahanan City diilustrasikan dengan sempurna dalam sosok kiper kita Ederson.

Kiper Brasil itu menjalani musim pertama yang luar biasa di sepakbola Inggris setelah kepindahannya dari Benfica pada musim panas 2017, ia menyita perhatian dengan kepemimpinan, kemampuan fisiknya, distribusi bola serta kehebatannya dalam menghentikan peluang.

Satu kualitas yang paling impresif dari Ederson adalah kemampuan alaminya dalam menguasai bola serta ketenangannya saat berada dalam tekanan.

Jadi bukanlah sebuah kebetulan jika pemain berusia 23 tahun itu telah membuat lima clean sheet dari delapan pertandingan liga serta berada dalam posisi memperebutkan anugerah golden gloves.

Full-back Kyle Walker dan Benjamin Mendy juga baru bergabung 18 bulan yang lalu meski keduanya tidak bisa bertandem musim lalu karena cedera serius yang diderita bek kiri Perancis itu pada musim 2017/18.

Kini, Mendy telah pulih dari cedera metatarsal yang membuatnya absen musim lalu, dan keduanya saling melengkapi permainan individu satu sama lain.

Keinginan mereka untuk merengsek maju ke depan membuat opsi serangan sayap City seperti terbarukan, namun seperti yang diperlihatkan di Anfield – sisi defensif dan kekuatan Walker dan Mendy juga tak kalah hebat, seperti ketika Mendy menutup ruang Mo Salah di sisi kiri pertahanan City.

Ketika Anda melihat bahwa the Blues masih bisa memanggil Danilo, Fabian Delph dan Oleksandr Zinchenko sebagai full-back, menggambarkan betapa kayanya City dari sisi pilihan di pertahanan.

Laga kontra tim Merseyside itu juga menunjukkan cuplikan kerjasama solid antara duet Aymeric Laporte dan John Stones.

Tenang dalam membawa bola, cerdik secara taktik dan waspada terhadap bahaya, duet Stones dan Laporte secara sempurna tampil padu di Anfield, dan mendera pujian atas penampilan mereka.

Lebih mendebarkan lagi, karena masih berusia 24 tahun – keduanya masih bisa bermain di level tertinggi selama bertahun-tahun ke depan.

Tentu, Guardiola juga memiliki talenta hebat dalam diri legenda klub yaitu Vincent Kompany serta pemain bintang timnas Argentina Nicolas Otamendi sebagai opsi di bek tengah.

Keduanya merupakan bek solid dengan anugerah fisik luar biasa, Vinny dan Nico juga nyaman menguasai bola dan mampu mencetak gol-gol krusial. Tak perlu dipertanyakan bahwa keduanya akan memainkan peran krusial saat musim terus berlanjut.