quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Pep bicara kans City menjuarai Liga Champions

Bek tengah asal Perancis City Aymeric Laporte memainkan menit terbanyak diantara pemain City lain musim ini – namun belum mendapatkan pengakuan di level internasional.

Guardiola menegaskan bahwa Laporte pantas mendapatkan panggilan dari timnas, namun mengakui City menikmati manfaat absennya Laporte dari timnas.

 

“Laporte tidak dipanggil tetapi ia akan terpilih (untuk timnas). Sulit menemukan bek tengah berkaki kidal yang lebih baik darinya di dunia.”

 

Saat ditanya apakah ia lebih senang pemainnya tidak dipanggil membela timnas, Guardiola menjawab:

 

“Pada titik tertentu, panggilan ke timnas bagus untuk mereka. Itu adalah keputusan mereka – kami tak pernah mendorong mereka untuk pensiun atau bermain untuk timnas.

 

“Kami tak bisa membantah bagi pemain di usia 32, 33, 34 – mendapatkan waktu libur sepuluh hari bagus untuk pikiran dan kaki mereka.

 

“Di sisi lain, Piala Dunia dan Piala Eropa adalah kompetisi besar untuk mereka. Pada akhirnya itu keputusan mereka. Manajer atau klub tidak memutuskannya.”

 

Terkait kebugaran pemain jelang kontra Shakhtar, Walker ikut bersama tim sementara Gundogan dan Delph ditinggal.

 

“Jika mereka berada disini, itu karena mereka siap,” kata Pep.

 

Guardiola juga menggarisbawahi pentingnya sosok Fernandinho di dalam timnya, menekankan bahwa sebuah kenikmatan bekerja bersama gelandang Brasil tersebut.

 

“Fernandinho bisa membantu setiap manajer menjadi orang yang paling beruntung dan paling bahagia di dunia. Ia memberikan segalanya (setiap dimainkan) dan sebuah kenikmatan memilikinya sebagai pemain. Bekerja di sampingnya sungguh spesial,” ujar Pep.

 

City menang susah payah kontra Hoffenheim di laga kedua setelah kalah 2-1 di kandang dalam partai pembuka kontra Lyon. Guardiola menggarisbawahi pentingnya meraih kemenangan jika ingin lolos dari babak grup.

 

“Selain dari penampilan kami di 45 menit babak pertama kontra Lyon dimana kami tidak tampil di level seperti yang kami perlihatkan sepanjang musim – saya pikir kami tampil baik.

 

“Kami harus belajar dari laga kontra Lyon. Ketika Anda bermain satu musim dan bermain melawan tim yang sulit – biasanya di Liga Champions, dimana level permainan jauh lebih tinggi ketimbang kompetisi lokal. Itu terlihat mudah, tapi sebenarnya tidak.

 

“Ketika Anda mencapai sesuatu, itu terlihat mudah, padahal tidak. Ketika Anda menang besar, itu terlihat mudah, padahal tidak. Belajarlah dari itu.

 

“Masih ada 12 angka untuk diperebutkan. Ini semua dalam jangkauan kami untuk maju ke babak berikut dan untuk berbuat sesuatu di kompetisi ini, Anda harus merasakan situasi seperti ini.

“Apa yang saya lihat musim lalu, di banyak kesempatan dan melihat klub, sejujurnya kami belum siap untuk menjuarainya. Itulah yang saya rasakan.

 

“Namun bukan berarti kami tidak akan mencoba menjuarai kompetisi ini, menginginkannya saja tidak cukup. Banyak hal harus dilalui dan Anda harus punya pengalaman – namun kami belum punya cukup (pengalaman) di momen tertentu.

 

“Untuk menjuarai Liga Champions, keinginan saja tidak cukup. Anda harus punya hasrat dari semua pihak, media, klub, chairman, pemilik, fans…Semua orang harus mendorong semakin dekat agar kami mencapai tahap berikut.

 

“Kami adalah tim yang bagus. Saya tidak bisa membantahnya – sebuah kenikmatan bekerja bersama tim ini – tetapi kompetisi ini adalah sesuatu yang spesial.

 

“Cepat atau lambat, kami akan meraihnya jika Klub bekerja dengan cara yang sama seperti yang telah mereka lakukan lima hingga 10 tahun terakhir. Setiap tahun, kami akan semakin dekat, mungkin, semoga, itu (menjuarai Liga Champions) akan terjadi…secepat mungkin.”