Pep Guardiola puji fokus dan mentalitas Riyad Mahrez.

Manchester City berhasil meneruskan tren positif saat bermain di Wembley dengan mengalahkan Spurs 1-0.

Manchester City menang dengan susah payah kontra Tottenham Hotspur di Wembley, dengan demikian Manchester City menyempurnakan rekor 100 persen kemenangan mereka di Wembley sepanjang tahun 2018 – dari empat kali kunjungan ke Wembley semuanya berakhir kemenangan.

Meski menang dan kembali naik ke puncak klasemen, Pep Guardiola akui sempat ‘khawatir’ di 15 menit akhir.

“Saya sangat khawatir!” ujar Pep.

“Lamela punya peluang emas dan kami melewatkan banyak peluang. Anda tidak bisa berharap mencetak banyak gol melawan Spurs.

“Terkadamg kami membuat kesalahan. Lapangan (rumput) disini begitu rumit.

“Kami bermain melawan tim terbaik yang memaikan aspek fisik yang saya hadapi. Mereka punya kemampuan fisik ditambah kondisi rumput, membuat laga ini jadi rumit.

Guardiola menggarisbawahi kekuarangan anak asuhnya yaitu kemampuan ‘membunuh pertandingan’ yang dirasa Pep masih belum dimiliki timnya.

“Kami melewatkan beberapa peluang mencetak gol dan membiarkan mereka menyerang, mereka sangat bagus.

“Pada 15-20 menit pertama babak kedua, seharusnya sudah ‘game over’. Ini menjadi masalah.

“Dalam laga penting dan besar, seperti Liga Champions, jika kami tidak kejam di depan gawang, cepat atau lambat kami tidak akan menang.

Gol semata wayang City dicetak oleh Riyad Mahrez yang tampil konsisten dalam beberapa laga terakhir.

“Ia telah bermain di lima laga terkahir kami dengan level tinggi, mencetak gol dan membuat banyak assist.

“Kontra Shakhtar Donetsk, ia bisa saja membuat tiga gol jika bukan karena kiper mereka.

“Saat Riyad menguasai bola, ada operan ekstra, membantu kami berada di permainan kami,” jelas Guardiola.

Setelah mencetak gol, Mahrez merayakannya dengan menunjuk langit – mendedikasikan golnya untuk pemilik Leicester City yang tewas dalam kecelakaan helikopter.

“Ia (Mahrez) mengenal pemilik Leicester City dengan baik. Ini sangat sulit bagi keluarga besar Leicester. Banyak orang yang meninggal.

“(Meski merasa sedih dan kehilangan) Riyad bermain begitu bagus – ia sangat fokus dan melakukan pekerjaan yang hebat.”