quote linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Bedah Taktik: Duo pesulap sihir Etihad

Kemenangan 3-0 atas Fulham menyimpan banyak poin diskusi. @RasyidMCFC membedahnya satu per satu...

Pertunjukan duo Silva

Tampil bersandingan di lini tengah, di depan Fernandinho yang tampil cenderung bertahan, David dan Bernardo mampu menyajikan duet yang komplit.

David Silva, yang melakoni penampilan ke-350 nya untuk klub, mencetak satu gol ke gawang Fulham, sekaligus mencatatkan namanya bersama Aguero, Yaya Toure, Carlos Tevez dan Edin Dzeko yang telah mengoleksi 50 gol untuk City.

Gol David tak lepas dari peranan Bernardo. Playmaker Portugal tersebut mengawali pergerakan di kotak penalti setelah memenangi duel fisik dengan Stefan Johansson. Ya, Anda tidak salah dengar, duel fisik. Tidak hanya cara bermain, Bernardo juga telah beradaptasi dengan permainan keras di Premier League.

Penampilan keduanya begitu memukau, tak heran Pep Guardiola melontarkan pujian khusus untuk keduanya usai laga.

HALF A TON: Silva hits his 50th City goal to make it 2-0

“Selama saya di sini, ia (Bernardo) akan bertahan karena ia adalah pemain spesial.

“Sementara David, ia harus bangga telah bermain 350 laga. Mampu melakukannya di Inggris adalah sebuah pujian untuk kecerdasannya.” sambungnya.

Sulit rasanya untuk mendeskripsikan penampilan keduanya di atas lapangan dengan kata-kata. Tapi, coba bayangkan apa yang kiranya terjadi ketika dua pesulap terbaik di dunia tampil sepanggung?

Tentu akan ada banyak trik dan ilusi yang membuat kita kagum dan tak habis pikir.

Seperti itulah kira-kira gambaran penampilan duo Silva kontra Fulham semalam.

Substitusi Sane-Mendy

Setelah menepi dan tidak masuk skuat dalam beberapa pekan terakhir, banyak isu menerpa pemain sayap yang mencetak 10 gol dan 15 asis musim lalu ini - Leroy kerap dikritisi media atas sikapnya yang tidak profesional di timnas dan berimbas ke menit bermainnya di City.

Namun, apa yang ditunjukkan Leroy di laga melawan Fulham cukup mengindikasikan bahwa rumor di atas tidak bisa kita telan mentah-mentah, alasannya sederhana: taktik.

Sepanjang musim 2017/18, Leroy adalah pemain sayap ortodoks yang selalu menghuni sisi sebelah kiri, menggiring lawan ke tepi, dan menusuk ke dalam lewat pergerakan cut inside. Singkatnya, Leroy adalah sumber kreativitas di sayap kiri.

Tetapi, dengan pulihnya Benjamin Mendy yang tampil impresif di awal musim, amunisi di sektor kiri menjadi lebih bervariasi. Mendy adalah salah satu pengumpan silang terbaik di dunia, tiga asis dalam liga laga adalah bukti kepiawaiannya menyuplai bola.

IN SANE: Leroy was outstanding on his return to the starting XI

Praktis, ketika keduanya bermain bersama, salah satu dari mereka harus merelakan potensi optimalnya - baik itu Mendy dengan umpan-umpan silangnya, atau Leroy yang dengan kecepatannya.

Melawan Fulham, Mendy diistirahatkan dan Leroy tampil dari awal. Bermain dominan di sayap bersama Raheem, Leroy membungkam kritikan dengan sebuah gol dan permainan impresif.

Namun apakah ini berdampak buruk bagi tim? Jawabannya tentu tidak!

Pep adalah man with a plan, segala sesuatu yang dilakukan sudah ditimbang baik dan buruknya. Dengan semakin padatnya jadwal dan keikutsertaan City di berbagai ajang, rotasi adalah hal yang tidak terhindarkan. Ketika ada pemain yang kelelahan bermain setiap tiga hari, maka pemain lain siap menjadi substitusi.

Ketika umpan-umpan Mendy ke gawang lawan tak kunjung berbuah hasil, disitulah kecepatan Leroy menjadi amunisi.

Tancap gas

Di surat terbuka Sheikh Mansour kepada suporter City yang tercantum di matchday programme, ia menulis: “Ini terasa seperti baru separuh jalan menuju (puncak) Everest.”

Secara tersirat Sheikh menyampaikan ambisinya untuk meraih lebih banyak gelar di masa depan. Artinya, City harus bergerak cepat dan tancap gas setiap musimnya untuk meraih trofi demi trofi - dan malam tadi, City sukses melakukannya.

EARLY GOAL: Sane put City ahead after just two minutes

Laga belum genap berjalan dua menit - 97 detik lebih tepatnya - City sudah mampu unggul lewat gol Leroy Sane. Fulham yang inisiatif membangun serangan dari belakang, ternyata berbuah petaka. Kecepatan pemain City untuk menekan dan menutup ruang, membuat pemain mereka gugup dan memberikan bola cuma-cuma kepada Ferna, yang lalu melepas bola kepada Sane untuk mencetak gol pertama.

Dari skema yang cukup serupa dengan babak pertama, dan di detik yang hampir identik - 98 detik - City mencetak gol ketiganya di awal babak kedua, sekaligus mengubur impian Fulham untuk mencuri poin dari Etihad Stadium.

Gol cepat menjadi begitu krusial mengingat banyaknya lawan yang menumpuk pertahanannya melawan City. Moral dan mental lawan otomatis akan runtuh saat perang bahkan belum dimulai.

Seperti yang Pep katakan tempo hari bahwa timnya harus tancap gas setelah jeda internasional, dan malam tadi ia sukses membuktikannya.

 

THUMBS UP: The boss seems happy