quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Guardiola sanjung jumlah poin City

RESULT: Yes, boss!

RESULT: Yes, boss!

Pep Guardiola berkata bahwa capaian poin Manchester City sejauh ini adalah pencapaian ‘luar biasa’.

Dengan menyisakan dua laga, City duduk di puncak klasemen dengan 92 angka setelah mengalahkan Burnley 1-0 di Turf Moor, kemenangan beruntun City yang ke-12. Itu berarti City tinggal memenangkan dua laga sisa untuk mempertahankan gelar.

 

Faktanya, City telah meraup 192 poin dari 74 laga Premier League terakhir! Sebuah catatan luar biasa yang menggarisbawahi konsistensi penampilan anak asuh Guardiola.

 

“Lapangan hari ini sangat kering dan sulit untuk mengalirkan bola dengan cepat,” katanya.

 

“Tetapi di babak kedua, kita meningkatkan hasrat untuk menang – cukup serupa dengan laga di Old Trafford – dan kami meraih tiga poin lagi. Dua laga sisa. Ini adalah kemenangan penting bagi kami.

 

"Kami mengontrol bola panjang mereka dan punya peluang mencetak gol di babak kedua – di menit akhir apapun bisa terjadi, selalu sulit jika Anda tidak bisa menutup pertandingan.

 

"Di babak pertama, kami tidak menciptakan terlalu banyak peluang tetapi begitulah keadaannya. Kami tahu laga seperti ini harus dimainkan dengan intensitas tinggi dan meraih 92 poin sungguh luar biasa – gelar berada di jangkauan kami, kami harus menang di dua laga berikutnya – dan selanjutnya menghadapi Leicester.”

 

Guardiola mengakui timnya tidak tampil maksimal saat menghadapi Burnley, namun ia menjelaskan perubahan di babak kedua menjadi kunci kemenangan.

 

"Kami tahu bahwa kami harus maju ke depan, tidak membuat pelanggaran dan harus sedikit mungkin kecolongan pelanggaran dan sepak pojok,” katanya.

 

"Kami punya satu penalti yang tak diberikan wasit – saya pikir itu penalti. Kami bisa saja menang lebih besar. Saya bahagia atas kemenangan ini dan sekarang kami punya seminggu untuk bersiap dan semoga kami datang ke Brighton dengan kesempatan menjadi juara.”

 

"Kami tidak kecolongan satu tembakan ke gawang atau satu sepak pojok pun, kami adalah tim yang kecil (dari sisi tinggi badan) tetapi kami pintar, di babak pertama lapangan begitu kering dan membuat permainan lambat, tetapi di babak kedua kami tahu bahwa kami harus mencetak gol.”