Pep Guardiola tidak percaya Manchester City kesulitan karena kurang percaya diri.

Juara bertahan Liga Primer itu kehilangan poin untuk kelima kalinya musim ini ketika gol telat Jonjo Shelvey menyelamatkan hasil  imbang 2-2 untuk Newcastle United di St James' Park.

 

Ini membuat kami bermain imbang dua kali berturut-turut, setelah berbagi poin melawan Shakhtar Donetsk pada pertengahan pekan, tetapi Guardiola senang dengan penampilan di Timur Laut dan mengatakan pasukannya tidak kurang percaya diri.

 

"Tidak [kepercayaan diri bukan masalah]," kata sang bos.

 

“Anda harus melihat bagaimana para pemain berlari, seberapa jauh, bagaimana mereka berusaha dan bahasa tubuh mereka. Kami tidak pernah menyerah. Tim selalu bermain maksimal, itulah perasaan saya.

 

“Anda [media] menganalisis hasilnya. Tentu saja, ini tidak bagus untuk kami. Ini bagus untuk Newcastle.

 

“Saya tahu ini tidak masuk hitungan, tetapi saya harus menganalisis penampilan para pemain. Penampilan mereka bagus. "

 

 

 

 

City bermain dominan di Tyneside, di mana kami menghadapi pertahanan yang rapat yang didukung oleh penjaga gawang Martin Dubravka.

 

Setelah melihat timnya mencatatkan 24 tembakan ke gawang dari 77% penguasaan bola dan membatasi tuan rumah yang hanya membuat enam tendangan, Guardiola memuji kinerja para pemainnya, dan mengatakan kadang-kadang Anda harus menerima ketika hasil tidak berjalan sesuai keinginan Anda.

 

"Pendapat saya adalah kami bermain bagus," tambahnya.

 

“Kami bermain bagus dengan bola, kami solid dan kami menerima beberapa serangan balik, tetapi sepak bola adalah berapa banyak gol yang Anda cetak dan bagaimana Anda tidak kebobolan.

 

“[Saya] menerimanya. Terkadang itu terjadi.

 

“Kami membangun permainan dengan bagus, kami banyak menyerang dari dalam dan kami menemukan banyak ruang.

 

“Hari ini, setelah skor 1-2, itu sulit. Musim lalu dan musim ini juga. Mereka merebut poin juga dari Tottenham dan Manchester United.

 

“Apa yang bisa kita katakan tentang tim? Buat lebih banyak peluang dari lawan dan kebobolan lebih sedikit. Itu terjadi. Setelah itu, kami mencoba memperbaiki peyelesaian akhir kami dan mempertahankannya sebaik mungkin.”