Guardiola mengaku kecewa dengan penampilan City yang jauh dari performa terbaik mereka kala ditekuk Newcastle 2-1.

Sang bos mengakui bahwa kekalahan ini merupakan pukulan terhadap harapan gelar juara City, meski masih ada empat bulan tersisa di kompetisi.

“Ini bukanlah malam terbaik kami,” kata Pep.

“Penampilan kami tidak bagus, kami memulai laga dengan gol cepat, namun ritme pertandingan begitu lambat.

“Kami kalah bola kedua, kami tidak cukup agresif, itulah kenapa kami tidak menang.

“Permainan kami lambat, kami tidak berkomitmen. Mereka mencetak gol saat pertama kali melepas tembakan ke arah gawang, dan gol kedua mereka adalah penalti. Tapi selamat untuk Newcastle.

“Ini sulit, tapi kami harus terus lanjutkan. Dalam sepakbola, apapun bisa terjadi. Klasemen tidak penting. Kami harus melakukan pekerjaan kami.”

Pep juga berkata mencetak gol cepat tidak menguntungkan City di laga ini, dan ia juga tidak paham kenapa gol Aguero dianulir di babak pertama.

 

“Mencetak gol cepat terkadang membantu, namun terkadang juga bukan hal bagus,” katanya.

 

“Gol cepat (ke gawang Newcastle) tidak membantu terhadap cara kami bermain. Reaksi kami setelah unggul 1-0 tidak bagus saat itu.

 

“Dua nol akan jauh lebih baik. Tapi wasit berkata jangan menendang tendangan bebas sebelum saya izinkan, jadi saya tidak tahu. Kami harus memperbaiki diri di laga berikutnya.

 

“Hari ini kami punya kesempatan untuk memangkas jarak karena lawan kami bermain besok.

 

“Kami harus mencoba memenangkan pertandingan. Kami ingin berada disana, tapi kami tak mampu melakukannya malam ini.

 

“Minggu depan juga akan sulit karena melawan Arsenal, Everton lalu Chelsea. Saya tahu tantangannya besar. Jika kami ingin naik ke atas sebagai sebuah klub maka kami harus menerima tantangan itu.

 

“Kita masih berada di bulan Januari dan kami tertinggal dari puncak klasemen, namun masih banyak gelar dan poin untuk dimainkan.

 

“Kami masih punya banyak pertandingan – kita belum berada di bulan April atau Mei dan banyak hal bisa terjadi. Kami harus berada disana untuk setiap laga dan tidak menyerah.”