quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Guardiola: Agresivitas kunci kemenangan City

PEPPED: Pep Guardiola had never lost against Schalke, winning five and drawing two

PEPPED: Pep Guardiola had never lost against Schalke, winning five and drawing two

Pep Guardiola menyanjung sisi agresif the Blues setelah menyingkirkan Schalke di babak 16 besar Liga Champions.

Guardiola mengakui bahwa timnya memulai laga dengan hati-hati untuk menjaga keunggulan 3-2 di leg pertama, namun seiring berjalannya laga – anak asunya menunjukkan ‘warna asli’ mereka.

 

“Ini adalah hasil yang jelas,” kata Guardiola. “Kami bahagia bisa mencapai perempat final.

 

“Kami tidak memulai laga dengan baik – kami sedikit takut untuk bermain (terbuka) – tetapi setelah unggul 1-0, kami lebih rileks dan memutuskan untuk bermain terbuka dan agresif.

 

“Kami memulai 20 menit pertama dengan niat tidak ingin kehilangan apa yang kami capai di Jerman. Itulah kenapa kami tidak menyerang berlebihan.

 

“Niat kami dari awal adalah bermain tidak begitu agresif melawan para full-back. Seperti: Mari mencoba agar tidak kehilangan bola.

 

“Kami tidak kehilangan apa yang kami capai dan itulah kenapa kami tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah gol pertama tercipta! Itu adalah umpan luar biasa dari Bernardo dan Gundogan, kemudian di benak para pemain – kelolosan kami hampir dipastikan.

 

“Kami bermain di level yang bagus. Tentu, dengan dipastikannya kelolosan sulit bagi mereka dan kami mempertahankan level permainan yang bagus.

 

“Kami memiliki banyak pemain yang cedera – banyak bek tengah yang absen – jadi kami ingin melanjutkan penampilan ini dan mengembalikan kondisi para pemain tersebut.

 

“Kami punya Danilo yang tampil luar biasa. Ia bermain sebagai gelandang bertahan saat melawan Chelsea dan itulah yang saya suka.

 

“Semua orang saling bersaing untuk bermain dan mereka semua ingin tampil di lapangan. Semua orang mencoba untuk bermain, untuk berani dan terus bekerja.

 

“Saya ingin kami menjadi diri kami sendiri di 20 menit pertama, tetapi inilah situasinya. Anda tidak bisa mengharapkan kami bermain (sempurna) selama 90 menit.

 

“Kami solid dan tidak kebobolan peluang dari lawan. Babak kedua sungguh luar biasa. Kami mencetak tujuh gol!

 

“Saya tahu Schalke berada di periode sulit karena mereka kalah di laga terakhir…tetapi kami harus melakukan pekerjaan kami dan kami menuntaskannya.

 

“Kami serius dan saya sangat bahagia bisa berada di perempat final.

 

“Apa yang saya katakan menjalang laga ini, bahwa kami masih ‘remaja’ di Liga Champions – bukan berarti kami tidak akan berjuang.

 

“Pencapaian terbaik kami di kompetisi ini adalah semifnal.

 

“Bersaing dengan Real Madrid, Barcelona, atau Bayern, berapa gelar Liga Champions yang mereka punya?

 

“Para remaja punya rasa sabar dan hasrat menggebu: mereka tidak takut. Kami mencoba mencapai semi final untuk kali kedua.

 

“Saat orang-orang bekata: ‘Anda punya banyak peluang’ di kompetisi ini, saya tidak menyukainya. Satu laga menakjubkan saja maka Anda bisa kalah. 

 

“Madrid tersingkir dan Anda bisa lihat mereka tengah menjalani musim yang buruk tetapi itu tidak adil karena kompetisi ini sungguh berat dan berisi tim-tim yang luar biasa.

 

“Kami maju ke perempat final, ini sungguh menyenangkan dan saya bahagia.”