quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

Kesabaran City terbukti tak ternilai

UP FOR THE CUP:  Bernardo embraces Sergio after his winning goal

UP FOR THE CUP: Bernardo embraces Sergio after his winning goal

Ada banyak batu sandungan sepanjang performa gemilang City sejak awal tahun 2019, namun salah satu faktor kunci yang mendorong perjalanan the Blues menuju kesuksesan di semua kompetisi adalah kemampuan menguasai kesabaran.

Hanya sedikit orang yang akan menyangkal kualitas menyeluruh dan kepintaran artistik permainan City, yang sepanjang dua musim terakhir telah memperlihatkan sepakbola dengan gaya paling mendebarkan, serta menuai pujian dan penghargaan sepanjang perjalanan.

 

Namun, klub kita masih berpeluang untuk menyabet seluruh gelar. Carabao Cup sudah dikantongi, dan salah satu aspek pembeda dalam permainan City muncul dalam beberapa bulan terakhir.

 

Adalah faktor ketahanan baja dan kemampuan untuk terus mendominasi permainan yang membantu the Blues untuk menemukan cara bangkit di akhir-akhir laga – tidak peduli seberat apapun kondisinya.

 

Banyak lawan City yang mencoba menumpuk pemain di depan gawang sendiri untuk bertahan total dan meminimalisasi ruang bagi pergerakan the Blues, City harus bersabar dan memainkan permainan menunggu.

 

Statistik menjelaskan jika 10 dari 14 gol terakhir City tercipta di babak kedua dan fakta kesuksesan manajemen waktu tersebut telah menguntungkan kita di paruh kedua musim ini.

 

Kemampuan City menguasai kesabaran di pertandingan tidak pernah dipertunjukkan secara lebih baik lagi ketimbang saat melawan Swansea, anak asuh Pep berbalik unggul 3-2.

 

Menerima kenyataan jika kita tertinggal 2-0 saat laga hanya menyisakan waktu 20 menit lagi di Liberty Stadium, kombinasi hujan deras, angin kencang serta performa brilian kiper Swansea Kristoffer Nordvelt akan membuat tim lain berjatuhan disini.

Tapi tidak dengan City.

Sebaliknya, the Blues menggandakan kerjasama dan terinspirasi oleh gol Bernardo Silva di menit ke-69, City menyamakan skor lewat Sergio Aguero di menit ke-78 dari titik putih sebelum Kun membalikkan keadaan pada menit ke-88 yang sekaligus mengamankan satu tiket ke semifinal.

Kemampuan memproduksi gol di penghujung laga dan comeback luar biasa juga tersaji di babak 16 besar Liga Champions ketika kita memainkan leg pertama di kandang Schalke bulan lalu.

Tertinggal 2-1 oleh tim asal Bundesliga itu ditambah hanya bermain dengan 10 pemain setelah Nicolas Otamendi diusir wasit, laga tinggal menyisakan waktu lima menit, potensi kegagalan berada di depan mata.

Tetapi, City bekerja keras secara kolektif dan memercik kebangkitan yang luar biasa lewat tendangan bebas indah Leroy Sane di menit ke-85 sebelum Raheem Sterling mencetak gol penentu kemenangan di menit ke-88.

Ini merupakan kualitas yang membuat anak asuh Guardiola mampu mengatasi setiap tantangan di tahun 2019, hanya ditandai satu kemunduran saat bertandang ke Newcastle di akhir Januari.

Terlepas dari comeback yang dibuat City di Swansea, cuplikan pergerakan City akhir-akhir ini secara sempurna mencontohkan fokus kebersamaan kita untuk memanfaatkan waktu di pertandingan.

Dalam laga Premier League terakhir kita melawan Watford, the Blues harus memghadapi dinding kokoh selama 45 menit yang mengundang rasa frustrasi.

Alih-alih larut dalam rasa frustrasi, City meningkatkan persneling dan intensitas untuk kemudian berbuah gol berjarak 13 menit setelah turun minum yang tercipta dari kaki Raheem Sterling.

Dalam kasus serupa, lawatan ke Bournemouth di bulan Maret juga memperlihatkan dominasi penguasaan bola City atas anak asuh Eddie Howe melawan tumpukan pemain di pertahanan the Cherries.

Kembali City mempercayai prinsip inti dari penguasaan bola Guardiola, umpan presisi, dan pergerakan cepat mereka membuahkan hasil lewat gol vital Riyad Mahrez pada menit ke-55.

Hal yang sama juga tersaji ketika City menjamu West Ham pada akhir Februari. Kembali kesabaran berbuah hasil, dimana eksekusi penalti Aguero di menit ke-59 terbukti krusial untuk mengamankan tiga angka.

Tidak ada yang meragukan bahwa kualitas berlimpah dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan tim. Talenta dan hasrat tentu merupakan syarat ditambah sedikit keberuntungan di sepanjang jalan.

Namun melihat sekilas dari buku sejarah juga menjelaskan bahwa tim sukses juga ditetapkan lewat kemampuannya untuk bekerja ekstra, mendemonstrasikan karakter serta kegigihan, dan berjuang hingga akhir.

Dengan segala laga yang masih harus dimainkan City ke depan, dipastikan akan menyajikan dua bulan final mendebarkan pada musim ini, City akan menyajikan kualitas yang melimpah tersebut.