Delapan bulan dan 13 hari telah berlalu setelah Craig Bellamy meninggalkan Manchester City dan Klub memenangkan gelar Liga Primer pertamanya.

Dua belas bulan sebelumnya Roberto Mancini telah membawa City menuju kemenangan Piala FA, sementara pemain Wales itu dipinjamkan ke klub kota kelahirannya, Cardiff City.

 

Itu menandai dimulainya periode paling sukses dalam sejarah Klub, sesuatu yang diyakini Bellamy akan terjadi dari pertemuan pertamanya dengan Presiden klub,  Khaldoon Al Mubarak.

 

BACA | Siapa yang bermain di jeda internasional bulan November?

 

Rentang waktu tersebut berarti pemain sayap itu melewatkan momen City mengakhiri masa penantian menunggu selama 35 tahun untuk trofi utama dan gelar kasta tertinggi pertama dalam 44-tahun, tetapi tidak ada rasa frustrasi dan penyesalan darinya, karena, ia selalu menduga hal-hal seperti itu bisa terjadi.

 

Sejujurnya di luar lapangan ketika dia terus berusaha, Bellamy mengatakan dia tahu saat kedatangan pada Januari 2009 bahwa ada kemungkinan dia sudah pergi pada saat City mengangkat gelar Liga Primer.

 

“Saat itu City adalah klub papan tengah, yang ingin maju,” kenangnya.

 

“Hasil baik dan hasil buruk silih berganti datang. Anda mendapat hasil baik dan hasil buruk karena untuk melakukannya setiap pekan adalah sulit.

 

Bellamy mendapat manfaat dari pengaruh Pep dan Kompany.

 

“[Untuk menjadi lebih baik] latihan harus berat dan tempo harus tinggi dan saya pikir selama jendela transfer saya dan Nigel De Jong dibawa masuk untuk melewati tantangan dalam latihan.

 

“Saya selalu percaya sejak pertama saya bergabung, City akan terus maju dan memenangkan gelar.

 

“Dengan bertemu Khaldoon Al Mubarak dan melihat cara mereka merencanakan segalanya, [saya tahu] mereka akan membangun klub sepakbola.

 

“Apakah saya akan cukup baik untuk memenangkan gelar liga? Saya kira tidak.

 

“Tapi apakah saya cukup baik untuk membawa anda ke Liga Champions? Ya, saya pikir saya bisa melakukan itu.

 

"Dan kemudian jika saya bisa membawa anda ke Liga Champions dan anda ingin pergi dan merekrut Sergio Aguero, yang menulis ulang sejarah kapan pun dia mau, maka itu hebat. Semoga anda beruntung. "

 

Bellamy datang di tengah-tengah periode perubahan.

 

Mark Hughes telah mengambil alih enam bulan sebelumnya, sementara HH Sheikh Mansour telah meemgang kendali pada bulan September sebelum pemain 29 tahun menjadi rekrutan kesembilan di musim tersebut.

 

Roda mulai digerakkan untuk membuat Klub menjadi tim dominan di negara ini, yang membuat Bellamy bersemangat pada saat itu dan mengenang kembali ke belakang, dia merasa beruntung  menjadi bagian dari itu.

 

“Mengingat kembali, itu kemunculan sebuah klub di level atas," katanya. "Sebuah klub yang berusaha menjadi lebih baik, berusaha meningkatkan fasilitas.

 

"Menonton bagaimana mereka melakukannya dan melihat orang-orang tertentu masuk benar-benar menarik bagi saya.

 

"Jendela transfer pertama saat itu, saya tidak akan pernah melupakannya. Emmanuel Adebayor dan Carlos Tevez masuk dan itu seperti, ‘siapa yang selanjutnya?’

 

"Itu memberi saya dorongan lagi untuk mengatakan saya tidak khawatir tentang siapa yang masuk, saya hanya perlu dalam kondisi fit dan saya bisa bersaing dengan orang-orang ini dan bermain.

 

"Jika saya tidak cukup baik, tidak ada masalah, tetapi beri saya kesempatan untuk bersaing dengan mereka. Saya cukup beruntung bahwa saya memilikinya tahun itu. "

 

Sebagai pesaing yang sengit, tidak heran Bellamy menikmati kesempatan dan tantangan untuk menjadikan City sebagai bagian dari Liga Champions.

 

Namun, baginya itu lebih dari itu.

 

Mantan kapten Wales bergabung selama masa transisi dan sementara Klub fokus pada masa depan, ia mengatakan penolakannya untuk melupakan masa lalunya adalah sesuatu yang menonjol dari masa hidupnya di Manchester.

 

"Penting bagi mereka untuk menjaga tradisi klub sepak bola," tambahnya pada tahun dimana klub merayakan hari jadinya yang ke-125.

 

“Saya pikir itu selalu sulit untuk dipertahankan. Pada saat saya berada di sana, saya menikmati hal itu.

 

“Saya senang melihat mantan pemain datang dan melihat klub sepakbola ini kemudian berkembang.

 

“Saya bisa bekerja dengan beberapa orang yang benar-benar baik yang telah melihat saat-saat yang buruk tetapi semakin baik.

 

"Saya juga ingin berada di perjalanan terse