Bukan rahasia besar bahwa, selama bertahun-tahun, City tidak selalu memiliki momen terbaik di Anfield.

Namun tidak semua juga buruk, ada momen-momen yang berkesan- tidak sebanyak yang kita inginkan - tapi tetap saja kenangan yang indah.

 

Jadi, menjelang pertandingan hari Minggu, berikut adalah lima momen dari pertemuan Anfield pada masa lalu yang melekat dalam ingatan ...

 

MEI 2003: DUA GOL ANELKA

 

City tertinggal dari gol Milan Baros di menit ke-58 dan aksi heroik Peter Schmeichel memastikan the Blues masih bersaing di pertandingan ketika Nicolas Anelka dijatuhkan di kotak penalti oleh Djimi Traore - dan pemain Prancis itu melangkah sebagai eksekutor mengkonversi penalty di depan The Kop.

 

Tapi itu setelah itu bahkan lebih baik lagi karena, tiga menit memasuki waktu tambahan, Ali Benarbia dan Shaun Wright-Phillips bekerjasama untuk menciptakan peluang bagi Anelka untuk mencetak gol dari jarak 15 meter, mencatatkan kemenangan pertama City di Anfield selama 22 tahun.

 

WATCH: Goal of the Day: Anelka v Liverpool

 

JANUARI 2012: GOL INDAH DE JONG

City tertinggal 1-0 dari leg pertama semifinal Piala Liga di Etihad dan harus mencetak setidaknya satu gol di leg kedua untuk bertahan dengan peluang maju ke final.

 

Didukung oleh sekitar 8.000 pendukung the Blues yang datang, City yang mencetak gol pertama - dan itu berasal dari pemain yang paling tak diduga.

 

Sedikitnya gol Nigel De Jong untuk Klub telah menjadi semacam lelucon diantara penggemar, dengan pemain Belanda itu hanya mencetak satu gol dalam lebih dari 120 penampilan sebagai pemain utama - jadi ketika ia melepaskan membidik dari 25 meter di depan The Kop, wajar untuk mengatakan beberapa suporter Liverpool bersiap untuk menunduk - tetapi tendangan De Jong malah meluncur deras ke pojok atas sebelum ia berbalik dan membuat gestur, 'apa lagi yang Anda harapkan?'

 

WATCH: Liverpool v City: Cuplikan 60 Detik

 

NOVEMBER 1990: GOL MENIT AKHIR QUINN

 

Manajer Howard Kendall baru saja keluar dari Maine Road untuk kembali ke Everton beberapa minggu sebelumnya ketika City melakukan perjalanan ke Anfield.

 

Liverpool berada di puncak Divisi Satu sementara The Blues, di bawah asuhan Peter Reid, berada di urutan ketujuh.

 

Mark Ward membuat City unggul di awal babak kedua dari titik penalti, tetapi Liverpool mencetak dua gol dalam 10 menit terakhir untuk kemenangan yang tampaknya sudah dapat dipastikan - sampai di penghujung menit akhir tandukan kepala Quinn menyambut sepak pojok masuk tepat dibawah mistar untuk mengamankan hasil imbang 2-2 yang sangat penting.

 

 

DESEMBER 1991: NATAL PUTIH

 

Itu hanya empat hari sebelum Natal ketika City mengunjungi Anfield pada tahun 1991, didukung oleh hasil imbang 2-2 musim sebelumnya.

 

Kali ini, tim asuhan Peter Reid tampak lebih baik dan meski tertinggal dari serangan babak pertama Dean Saunders, The Blues langsung membalas setelah turun minum.

 

Gol penyeimbang datang ketika Niall Quinn menanduk bola umpan jauh ke arah berlari David White dan sang penyerang City berlari cepat diantara dua pemain Liverpool untuk melepaskan tendangan lob melewati kiper Bruce Grobbelaar membuat kedudukan imbang 1-1 pada menit ke-48.

 

Tujuh menit kemudian, usaha Quinn kembali membantu White. Meskipun memiliki sudut yang sempit, kali ini lob tingginya melayang di atas penjaga gawang dan masuk di tiang jauh untuk membuat City unggul 2-1.

 

Steve Nicol menyamakan kedudukan pada menit 83 tetapi itu adalah poin bagus melawan tim yang bagus.

 

 

DESEMBER 1981: BOXING DAY YANG MANIS

 

City belum pernah menang dalam 18 kunjungan sebelumnya ke Anfield - suatu pertandingan yang berlangsung sejak tahun 1956 – ketika City asuhan John Bond melakukan perjalanan ke Merseyside pada sore hari di Boxing Day yang dingin.

 

Setelah sundulan Asa Hartford secara misterius tak masuk di awal laga, Hartford tampil ngotot dan berhasil merebut bola dari pemain bertahan tuan rumah yang lengah dan membawa City unggul 1-0 sebelum jeda lewat tendangan di depan gawang.

 

The Blues menggandakan keunggulan mereka ketika Phil Thompson menepis tendangan Steve Kinsey dengan tangandan Kevin Bond melakukan tendangan penalti.

 

Ronne Whelan membalaskan satu gol bagi tuan rumah pada menit 82, tetapi jika para penggemar City yang melakukan perjalanan takut akan yang terburuk, gol ketiga dari Kevin Reeves yang brilian tepat sebelum waktu habis membunuh potensi comeback.

 

Umpan silang rendah Kinsey dengan cerdik disontek oleh Reeves dan bola membentur tiang, kemudian Bruce Grobbelaar yang berusaha menangkap malah tak berhasil mencegah bola masuk ke gawang - secara teknis itu adalah gol bunuh diri menurut aturan saat ini, tetapi pada masa itu Reeves diakui sebagai pencetak golnya.