quote feed-section sponsor-promos cf show linkedin dugout

Berita Tim Utama

Video 1 Galeri

CITY DNA: #4 DON REVIE – ‘PRIA DENGAN RENCANA’

Bagian keempat dari seri baru kami berfokus pada salah satu tokoh sepak bola Inggris yang paling menarik ...

# 4 Don Revie: Lelaki dengan Rencana

 

Siapa: Dia adalah pria dengan rencana yang memainkan peran menentukan tidak hanya dalam kemenangan final Piala FA 1956 City tetapi juga membantu membentuk kembali wajah sepakbola Inggris.

 

Secara luas, Don Revie dikenang karena keberhasilannya yang luar biasa sebagai manajer Leeds United dan masa kepelatihan kontroversialnya saat memimpin Inggris.

 

Namun, untuk penggemar City dari masa tertentu, Revie dipuja sebagai salah satu pemain terbaik klub pasca-perang.

 

Rekor karir City dengan 41 gol dari 178 penampilan hanya bagian kecil dari dampak besar Don pada masanya di Maine Road, kemampuan yang membawa kejayaan Piala FA di Wembley dan cara bermain yang revolusioner yang membuat namanya tersohor.

 

Biografi

 

Warisan abadi Revie adalah sebagai salah satu tokoh paling inovatif namun kontroversial dalam sepakbola Inggris pasca-perang.

 

BACA: City DNA # 2 - Gentleman Max

 

TONTON: City DNA # 3 - The Laundry Ladies

 

Yorkshireman yang suka blak-blakan langsung menjadi nama yang dikenal karena cara dia mengubah kejayaan Leeds United selama 1960-an dan awal 1970-an.

 

Revie mengubah tim Yorkshire dari Inggris juga menjadi salah satu tim yang paling sukses - dan ditakuti - di Eropa, membawa klub meraih delapan trofi utama dalam 14 tahun di bawah kepemimimpinannya.

 

Pertengkarannya yang terpublikasikan dengan sesama manajer terkenal Brian Clough - yang ironisnya akan menjadi penerus Revie di Leeds - juga menjadi legenda.

 

Era keemasan Revie di Elland Road berbanding terbalik dengan masa jabatan yang buruk sebagai manajer Inggris antara 1974 dan 1977 - periode di mana The Three Lionsgagal lolos kualifikasi untuk Kejuaraan Eropa 1976 dan putaran final Piala Dunia 1978 di Argentina.

 

Beberapa tidak pernah memaafkan fakta bahwa Revie kemudian keluar dari jabatannya di timnas Inggris untuk mengambil pekerjaan yang menguntungkan di Uni Emirat Arab.

 

Namun itu adalah untuk melakukan visi Revie dan berpikir ke depan sebagai kerugian besar - karena penggemar City dari generasi tertentu pasti tak akan ragu akan hal itu.

 

Selama karir bermainnya yang sangat sukses, terutama selama lima tahun di City antara tahun 1951 dan 1956, Revie mendapatkan reputasi sebagai salah satu pemain paling inovatif dan imajinatif dari generasinya.

 

Begitu banyak keterampilan, kreativitas dan ketajaman taktis akhirnya mengarah pada inovasi sistem yang dikenal sebagai 'The Revie Plan', cara bermain yang membantu mengubah dan merevolusi permainan Inggris selama paruh kedua abad ke-20 .

 

Revie bersinar di Maine Road pada akhir 1951 setelah hijrah dari Hull City, tetapi beberapa musim pertamanya di tim Biru Langit terbukti menjadi musim yang menantang dengan anak asuhan Les McDowall yang hampir terdegradasi dari Divisi Satu.

 

Namun, peruntungan Revie dan City baru tertransformasi pada tahun 1954, setahun setelah McDowall menyaksikan - bersama dengan 100.000 penggemar lain yang tersihir di Wembley - ketika Ferenc Puskas dan Hungaria mengejutkan Inggris dengan menang 6-3.

 

McDowall melihat secara langsung bagaimana pertahanan Inggris digerogoti oleh penyerang tengah Hongaria Nador Hidegkuti setelah ia mundur ke posisi yang lebih dalam, di belakang pasukan serang Magyar lainnya.

FINAL HURDLE: Don Revie (right) in action for City during the 19555 FA Cup final against Newcastle United

 

Hidegkuti mengemas hat-trick hari itu, suatu prestasi yang menyulut percikan dalam diri McDowall ketika dia membayangkan bagaimana Revie dapat mengimplementasikan peran yang sama dengan City.

 

Setelah awalnya menguji coba skema dengan tim cadangan City - yang memulai 26 pertandingan berikutnya yang tak terkalahkan - McDowall menyebarkan rencana dengan tim pertama City untuk musim 1954-55.

 

Meski kalah 5-0 dari Birmingham di pertandingan pembuka musim kami, hal itu mengilhami jalan City dan Revie menuju final Piala FA 1955 di mana kami bertanding melawan Newcastle United.

 

Namun, bencana menimpa Wembley saat City harus bermain dengan 10 pemain setelah cedera awal bek kanan Jimmy Meadows. Dengan tidak adanya pengganti yang tersedia saat itu, ‘Rencana Revie’ harus ditangguhkan dan karenanya kami harus kehilangan harapan merebut juara setelah dikalahkan Newcastle 3-1.

 

Namun dua belas bulan kemudian, City - dan Revie - kembali di bawah Menara Kembar, kali ini untuk menghadapi Birmingham City.

 

Ironisnya, Revie hanya memainkan satu pertandingan dalam perjalanan City ke final, tetapi ia membuktikan menajadi sosok yang menentukan di final.

 

Revie memberikan assist untuk gol pembuka Joe Hayes dan menghasilkan penampilan seorang man-of-the-matchsaat City tampil menawan untuk mengatasi Birmingham 3-1 dan mengangkat Piala untuk ketiga kalinya dalam sejarah kami.

 

 

Itu untuk membuktikan titik tertinggi dari masa Revie di Maine Road dan pada musim gugur tahun itu, dia pindah ke Sunderland sebelum kemudian mengakhiri hari-harinya bermain di Leeds sebelum kepindahannya yang luar biasa dan penting ke dalam manajemen.

 

Tragisnya, setelah pensiun dari manajemen, Don didiagnosis mengidap penyakit neuron motorik pada tahun 1987 dan meninggal hanya dua tahun kemudian pada usia 61 tahun.

 

Meskipun kontroversi, ia pantas dikenang sebagai salah satu raksasa sepak bola Inggris - dan bagian besar dari cerita bersejarah City.

 

Trivia

 

Revie awalnya mempelajari dasar-dasar permainan menggunakan seikat kecil kain di halaman mungil di belakang rumah Teesside-nya. Ini memengaruhi pemikirannya di kemudian hari, dan ia berpendapat bahwa para pemain muda harus belajar menggunakan bola kaki yang lebih kecil, di lapangan yang lebih kecil, sehingga mereka akan lebih mahir dalam mengendalikan bola ketika maju ke sepakbola yang lebih besar.