Tahun ini kami kembali berhasil mencapai partai puncak Carabao Cup.

Ini menjadi ketiga kalinya secara beruntun kami berhasil mencapai final kompetisi setelah di dua musim sebelumnya berhasil menjadi juara, mengalahkan Arsenal di 2018 dan Chelsea setahun kemudian melalui drama adu penalti.

Aston Villa akan menjadi rintangan yang harus dihadapi untuk bisa meraih gelar ketiga beruntun, mendekati rekor yang dibuat Liverpool dengan empat gelar beruntun dari rentang 1981 dan 1985.

Berikut lima pertemuan menarik kami melawan Aston Villa sebelumnya.

 

23 April 1991 villa 1-5 City

Pertandingan Aston Villa melawan Manchester City Liga Primer yang masih dikenal dengan nama League Division 1 saat itu berlangsung berat sebelah.

David White menjadi bintang dengan Raihan empat gol untuk City termasuk bola lob indahnya pada gol kedua, sedangkan Villa hanya bisa membalas lewat penalti David Platt. Laga tersebut juga dihiasi oleh beberapa penyelamatan kiper City saat itu Tony Coton.

14 Sept 2003 City 4-1 Villa

Masih di awal musim Liga Primer saat itu, City menjamu Aston Villa di Stadion Etihad. Diperkuat nama-nama besar sepakbola Inggris seperti David Seaman, Steve McManaman dan Shaun Wright-Phillips, City harus tertinggal lebih dulu di 30 awal laga. 

Memasuki babak kedua, The Blues menggila, berawal dari penalti Nicolas Anelka pada menit ke-48, Tim Biru Langit berhasil berbalik unggul dan menang 4-1. Penyerang asal Prancis mengukuhkan hat-tricknya di laga tersebut dan tambahan satu gol Michael Tarnat yang mencatatkan Namanya di papan skor.

 

17 Nov 2012 City 5-0 Villa

Laga saat itu benar-benar menunjukkan dominasi dari City, duet maut asal Argentina menjadi momok bagi tim tamu.

Sempat tanpa gol hingga ujung babak pertama, El Mago David Silva berhasil membuka kran gol pada menit 43. Dua gol penalti beruntun yang diambil secara bergantian oleh Sergio Aguero dan Carlos Tevez semakin membuat keunggulan City menjauh. Aksi individu Sergio di menit 67 dan sontekan Tevez lima menit kemudian membuat anak asuhan Roberto Mancini saat itu tidak terbendung.

30 Jan 2016 Villa 0-4 City

Penguasaan bola 57% oleh Aston Villa saat itu ternyata berbanding terbalik dengan hasil akhir yang didapat. City justru perkasa dengan kemenangan meyakinkan 4-0.

Manuel Pellegrini yang saat itu menangani tim, memilih memainkan seorang Kelechi Iheanacho sebagai ujung tombak serangan City. Ternyata keputusan pelatih Argentina saat itu berbuah manis, sang penyerang asal Nigeria tampil impresif dengan catatan hat-tricknya.

Satu gol tambahan City berhasil dibuat oleh Raheem Sterling, yang mana juga mendapat umpan dari Iheanacho yang benar-benar menjadi bintang di laga tersebut.

 

12 Jan 2020 Villa 1-6 City

Pertemuan terakhir kami dengan Aston Villa sungguh sangat manis, terutama bagi penyerang andalan kita Sergio Aguero. Sang penyerang Argentina membuat rekor pribadi dengan tiga golnya di laga tersebut.

Catatan 12 hat-trick Kun di Liga Primer menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah kompetisi. Penyerang 31 tahun itu pun ditahbiskan menjadi pemain asing dengan gol terbanyak di Liga Primer sepanjang sejarah.

Pada laga itu sendiri, City unggul lebih dulu dengan dua gol dari bintang Alajazair, Riyad Mahrez dan satu gol tambahan penyerang tim Samba, Gabriel Jesus di penghujung babak pertama.