Juara Inggris merupakan sebuah pencapaian terbaru, namun juga puncak, bagi anak asuh Roberto Mancini yang menggugurkan banyak rekor City layaknya daun yang berguguran dari pohon di musim gugur.

Pada akhirnya batas yang memisahkan kesuksesan dan kegagalan, atau City dengan saingan terdekatnya United, hanyalah perbedaan gol. Tetapi tak ada yang bisa membantah bahwa sepanjang musim City tampil lebih meyakinkan dari siapapun yang menjadi saingan mereka.

18 kemenangan di kandang dan sekali seri merupakan landasan bagi gelar juara ini setelah 44 tahun.

Kemenangan terakhir dan paling dramatis di kandang adalah yang menentukan segalanya. Gol yang dicetak Pablo Zabaletta, gol satu-satunya yang ia cetak sepanjang musim dan dua gol lain di menit-menit akhir pertandingan melawan QPR merupakan penutup akhir musim komeptisi yang mungkin tak akan terulang lagi.

Edin Dzeko dan Sergio Aguero adalah yang mencetak dua gol diakhir, mengubah keputusasaan menjadi ekstase yang tak terkontrol. Bisa dimengerti, karen a memasuki masa tambahan waktu, supporter United sudah bersiap-siap untuk merayakan gelar juara dan mempersiapkan kata hinaan untuk City.

Kekhawatiran menyelimuti penggemar City ketika United mencetak gol di Sunderland dan diperparah ketika Yaya Toure harus keluar di paruh waktu karena cedera. Namun ia masih sempat bekerja sama dengan Samir Nasri untuk membuka peluang bagi Zabaletta mencetak gol.

Pertandingan ditonton oleh para legenda City dari tahun 1968, tahun ketika terakhir kali mereka menjadi juara di Inggris.

Legenda hidup ini dengan seksama mengikuti bagaimana City sepanjang musim terus berusaha mengejar mimpi yang sepertinya tidak akan terkejar setelah menjelang musim berakhir mereka ketinggalan delapan angka dari United.

Namun dalam rentang waktu hanya empat tahun, City telah bergerak dari sebuah tim yang kehilangan rasa percaya diri dan kalah 1-8 dari Middlesborough menjadi sebuah tim yang penuh keyakinan, berkembang, klub yang berakar di masyarakat yang menurut banyak penilaian akan bisa menjadi raja diraja di Eropa maupun domestik selama bertahun-tahun ke depan. Terima kasih Abu Dhabi!

Mancini, yang percaya akan hal-hal yang bersifat tahayul, menurunkan 11 pemain yang sama saat mengalahkan United 1-0 dan Newcastle dalam dua pertandingan yang menegangkan dan menentukan.

Tanda akan kuatnya skuad Citu adalah ketika nama-nama paten internasional seperti  Kolo Toure, Adam Johnson, David Pizarro, dan Owen Hargreaves bahkan sama sekali tidak ada di bangku cadangan.

Hangat sinar matahari seperti bersinergi dengan sorak sorai penonton di Stadion Etihad, menggelegakkan semangat pemain City untuk terus menekan lawan. Dan City memang mengawali permainan dengan bagus, semangat yang terkontrol, semua serba terukur, penampilan yang selayaknya dipertontonkan oleh klub top Inggris semacam City.

QPR yang berjuang untuk hidup mereka di Liga Primer bermain mati-matian. Mereka tidak tahu, nasib mereka terselamatkan di Stadion Britannia, dengan Stoke menjamu dan bermain seri melawan Bolton, saingan QPR di papan bawah klasemen liga.  

Di lapangan, Mark Hughes membuat kejutan dengan menurunkan Bobby Zamora dan Djibril Cisse dalam formasi tim yang menyerang, walau para akhirnya kedua striker itu lebih banyak membantu pertahanan.

City mendominasi penguasaan bola walau tidal cukup melakukan serangan yang membahayakan gawang Paddy Kenny. 11 pemain mempertahankan gawang bukanlah sesuatu yang mudah ditembus. David Silva, Aguero dan Toure hanya bisa melepaskan tembakan spekulatif jarak jauh. Sumbangan terakhir Toure adalah membantu Zabaletta mencetak gol sebelum ditarik keluar karena cedera urat paha.

Sumbangan terakhir Toure jells jauh lebih baik dari Joey Barton untuk QPR yang terkena kartu merah karena menyikut Carlos Tevez dan lebih parah lagi menendang Aguero saat keluar dari lapangan.

Saat itu kedudukan seri 1-1 setelah tendangan Cisse merobek gawang Hart menyusul umpan spekulatif Shaun Wright-Phillips yang menyerempet kepala Joleon Lescott.

Sepertinya mimpi City untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musnah sudah. Tetapi menjelang akhir pertandingan sundulan kepala Dzeko menyamakan kedudukan. Semangat bang kit kembali. Dan di menit-menit pertambahan waktu, Aguero melakukan hal yang sudan ia lakukan sepanjang musim, mencetak gol kemenangan yang membawa City ke alam dongeng. City juara Liga Primer.

Tahun City telah dimulai, diputar kembali ke angka 00.