Will the real Manchester City please stand up?

Tajam, tak tertahankan dan menakutkan kalau di kandang, tetapi begitu jinak begitu keluar kandang. Ityulah wajah Manchester City untuk sementara ini.

Melawan tim yang berada di posisi kedua dari bawah klasemen Liga Primer, the Sky Blues terpaksa mengakui keunggulan tuan rumah Sunderland 1-0. Ini kekalahan empat kali berturut-turut dengan skor yang sama di Stadium of Light.

Gol dari Phil Bardsley di menit ke-21 cukup untuk membuat City kembali takluk.

Pertandingan tandang bagi City seperti mengikuti pola yang menyesakkan musim ini. Menguasai pertandingan dan dominan menyerang tetapi malah kebobolan.

Menilik permainan di babak pertama, pendukung City mungkin sudah bisa merasa bahwa pengalaman lima tahun terakhir dengan City tidak pernah menang di Sunderland akan terulang. Bermain dengan tempo yang lamban dan seperti kurang energi.

Sunderland sejak awal menerapkan strategi sepuluh pemain di belakang bola dan mengandalkan serangan balik. Berulangkali Alvaro Negredo dan Sergey Aguero harus mundur ke belakang untuk menjemput bola dan membuat garis serang City terlalu dalam.

Ketidakberadaan David Silva yang biasa menjadi dirigen serangan juga sangat terasa,

Sebastian Larsson beruntung tidak terkena kartu merah setelah melakukan tekel berbahaya di tengah lapangan. Sunderland beruntung lagi ketika wasit Mike Dean membiarkan Phil Bardsley yang sepertinya mendorong James Milner saat keduanya berebut bola dan berujung pada Bardsley berhadap-hadapan dengan Costel Pantilimon untuk mencetak gol.

Pertahanan City memang tidak sekokoh sebelumnya dengan Vincent Kompany dan Matija Nastasic absen karena cedera sementara  Joleon Lescott dan Martin Demichelis bermain bersama untuk pertama kalinya.

Bukan berarti City tidak mengancam gawang Sunderland hanya saja tidak ada yang bisa dikatakan peluang terbuka. Aleksandar Kolarov melepas umpan silang yang mendapati Aguero berdiri bebas tetapi sundulannya menyamping.

City bermain lebih baik di babak kedua dan terus menyerang tanpa henti. Jesus Navas yang masuk menggantikan Garcia dan menjadi motor serangan. Ia semestinya mencetak gol ketika tendangan kerasnya dari jarak sangat dekat diblok Bardsley di depan gawang. 

Aguero yang belakangan tampil luar biasa juga tampil di bawah performa normalnya. Berulang kali menyia-nyiakan kesempatan.

Edin Dzeko yang masuk menggantikan Negredo melepas tembakan keras yang ditahan kiper Vito tetapi muntahan bola tidak bisa diselesaikan Aguero.

City mengurung total Sunderland di 20 menit terakhir pertandingan, dan Sunderland menarik semua pemainnya ke belakang untuk bertahan mati-matian.

Kedudukan bertahan 1-0 hingga akhir pertandingan. Manuel Pellegrini belum mampu menemukan obat untuk menghentikan kutukan kekalahan 1-0 City dari the Black Cat (Kucing Hitam) yang belakangan menimpa City.