City sebenarnya memulai laga dengan gemilang. Baru dua menit berselang, Fernandinho membuka skor di bawah sorotan lampu stadion. Gelandang asal Brasil ini mendapat ruang di sebelah kanan serangan dan melepas tembakan keras melewati Vito Mannone.
Terlepas dari gol cepat tersebut, Sunderland bisa mengimbangi City pada babak pertama. The Black Cats hampir secara langsung menyamakan kedudukan saat John O’Shea menyambut tendangan bebas, tapi tandukan bek tengah lawan tersebut masih melebar. Pemain sama kembali mengancam dari situasi sepak pojok pada menit ke-12 dan kali ini tandukannya kembali terlalu tinggi.
Pada menit ke-17 Sunderland kembali membuka pertahanan City ketika Borini mendapat ruang di kotak penalti. Untung saja, tembakan penyerang asal Italia yang dipinjamkan dari Liverpool itu masih melebar.
Permainan tim tamu membuat pemain City kesulitan. Publik Etihad harus menahan nafas setelah Sergio Aguero mendapat tekel keras dari Wes Brown yang mengenai engkelnya. Setelah absensi Yaya Toure, potensi cederanya Aguero yang baru kembali dari ruang medis menjadi keinginan terakhir pelatih Pellegrini. Kun dapat melanjutkan laga, walau satu lagi pilar City, Pablo Zabaleta terkapar setelah berusaha memblok tendangan Marcos Alonso.
City berusaha bangkit pada babak kedua tapi Nasri cs. kesulitan menembus pertahanan lawan. Connor Wickham menyamakan kedudukan pada menit ke-72 setelah menerima umpan silang Emmanuele Giacherini. Gol kedua Wickham di Premier League dan yang pertama sejak 2011 tersebut menggetarkan publik Etihad. Halilintar menyambar lagi sepuluh menit kemudian dengan penyerang sama menyelesaikan serangan balik cepat tim tamu.
Kendati begitu, tuan rumah kembali ofensif. Tekanan bertubi Blues terbayar tiga menit sebelum bubar dengan gol penyama kedudukan. Tembakan keras Samir Nasri dalam kotak penalti mengarah langsung ke kiper Mannone tapi kerasnya alur bola memaksa kiper Black Cats melakukan kesalahan dan bola bergulir pelan melewati garis gawang.
Insentif kembali ke pundak pasukan Pellegrini dan Nasri hampir memenangi pertandingan jika tembakannya pada detik-detik akhir tidak melambung tipis di atas mistar. Sayang, “momen QPR” yang ditunggu tak datang dan skor 2-2 menjadi hasil pamungkas laga.