Satu malam yang sempurna bagi Manchester City, dihadapan suporter sendiri, Yaya Toure cs berhasil meneruskan catatan sempurna delapan kali beruntun.
Kemenangan ini menjadi spesial karena Pellegrini sejak awal tidak memasang satu penyerang murni pun di depan, namun ia menugaskan James Milner menjadi seorang ‘false nine’, dan pemain timnas Inggris tersebut menjalani tugas dengan baik; merancang golnya Toure.
Tidak kesulitan menguasai bola, sejak awal City lebih banyak mengontrol permainan. Benar apa yang dikatakan eks pemain Owen Hargreaves, bahwa Blues akan semakin berbahaya jika bermain tanpa penyerang murni, benar saja, penguasaan bola begitu mengalir dan dominan sejak menit pertama sampai berakhirnya pertandingan.
Walaupun mendominasi, City baru bisa bikin gol di babak kedua, tepatnya pada menit ’49. Berkat kontribusi Pablo Zabaleta, umpan mendatar bek Argentina itu disambut dengan baik oleh David Silva dari dalam kotak penalti Julian Speroni. Tendangan Silva sempat membentur badan Scott Dann, tapi bola terus bergulir masuk ke gawang.
Gelandang magis asal Spanyol itu belum berhenti, 12 menit kemudian ia berhasil membuat gol yang lebih indah! Berawal dari umpan silang khas Aleks Kolarov --deras, akurat, dan mendatar--, Silva dengan nyaman menyepak bola dengan keras dari dalam kotak penalti, dan Speroni hanya terdiam melihat bola lebih cepat melaju dari kemampuan refleksnya. Skor jadi 2-0.
Sebelumnya, di babak pertama, Zabaleta sempat memiliki peluang terbaik pada laga ini. Pada menit ’43, Zaba tinggal berhadapan dengan Speroni di dalam kotak, namun bola ‘lob’ rekan senegara kiper Palace itu hanya melebar beberapa inci dari gawangnya.
Jika Anda bertanya peluang terbaik Eagles hari ini, maka itu lahir dari usaha Fraizer Campbell. Ketika laga berjalan 20 menit, Campbell lolos dari jebakan offside lalu melakukan tendangan akrobatik, beruntung bagi The Blues karena bola melebar dari gawang Joe Hart.
Yaya melengkapi kemenangan City dengan golnya dari sudut sempit. Berawal dari serangan balik, Milner mengirim umpan silang pendek ke dalam kotak, di sana Toure siap menyambut, sambil meliuk sedikit Yaya pun melepas tembakan keras yang sempat mengenai tiang dalam. Lagi-lagi Speroni melihat gawangnya kebobolan untuk ketiga kali.
Pellegrini benar-benar brilian, sampai menit akhir ia tidak memasukkan satu pun penyerang murni. Keunggulan kualitas City ditengarai menjadi faktor genting, meski tanpa striker, Joe Hart dan Cityzens pulang dengan hati senang karena tidak ada satu gol pun masuk ke gawang Blues.