Pertandingan ke-16 Manchester City di Liga Premier sempat diwarnai insiden cedera Edin Dzeko saat sedang pemanasan, padahal ia akan turun sebagai starter. Dengan begitu, Jose Angel Pozo menggantikan Dzeko sebagai penyerang tunggal dalam skema formasi lima gelandang yang diusung Manuel Pellegrini.
Leicester City terpuruk di dasar klasemen dengan baru mengumpulkan 10 poin, namun ini tidak menjamin City menang mudah. Tuan rumah sejak awal bermain dengan determinasi tinggi, yang sempat membuat Vincent Kompany cs kerepotan.
Meski begitu, jalannya laga ini cenderung stagnan, karena walaupun tempo berjalan cepat dan permainan cukup keras, kedua tim tidak telalu menghasilkan peluang yang banyak.
Catatan di babak pertama menunjukkan tim tamu hanya menghasilkan lima tembakan dan tuan rumah empat. Dari total sembilan tembakan ini, Frank Lampard berhasil mengubahnya menjadi gol pada menit ‘39.
Berawal dari aksi Samir Nasri di sayap kiri, umpan silang pahlawan Cityzens di Roma itu berhasil menemui Lampard yang berdiri bebas, dengan mudahnya Lampard mensontek bola ke dalam gawang The Foxes. Itu adalah gol keenam Lampard sejauh musim ini..
Tapi sebenarnya, tuan rumah memiliki kesempatan untuk unggul lebih dulu ketika laga baru berjalan 12 menit. Melalui peluang emas Jamie Vardy, bek tengah Eliaquim Mangala berhasil menunjukkan kualitasnya; ia melakukan blok krusial pada tendangan Vardy di dalam kotak penalti, padahal penyerang Leicester itu tinggal berhadapan dengan Joe Hart.
Tujuh menit sebelum gol Lampard, City memiliki satu peluang emas dari kaki Yaya Toure. Gelandang Pantai Gading ini menyaksikan tembakan kerasnya ditepis dengan baik oleh Ben Hamer, padahal ruang tembak sungguh terbuka lebar. Penyelamatan kiper asal Inggris itu adalah penyelamatan terbaik selama babak pertama.
Di babak kedua, tuan rumah semakin gencar mengejar ketinggalan, tapi ini sulit karena membentur pertahanan tangguh plus tiga gelandang kuat Manchester City. Pergerakkan bola lebih banyak berkutat di area tengah, karena serangan kedua tim selalu membentur lini pertahanan masing-masing.
City mendapat berita buruk saat laga menyisakan 15 menit menuju waktu penuh. Kapten Kompany kembali mendapat masalah dengan hamstring-nya, sehingga ia harus diganti keluar oleh Martin Demichelis.
Nama terakhir sempat melakukan blok krusial peluang Leonardo Ulloa. Pada menit ’80, rekan senegara Demichelis itu menembak bola dengan keras dari kotak penalti City, namun bola masih mengenai kaki sang bek tengah, alhasil hanya tendangan sudut yang didapat.
Pertandingan memang berjalan dengan tempo cepat, tapi peluang untuk tim tamu sangat minim, karena tuan rumah bertahan sangat ke dalam setiap City memegang bola. Praktis, meski laga berjalan sangat keras, hanya ada satu gol yang tercipta, yaitu dari seorang Super Frank!