City produced a performance worthy of any gladiatorial triumph Rome has witnessed to sail into the Champions League Round of 16.

City bertandang ke Roma hanya dua hari setelah peresmian City Football Academy, markas baru mereka nan megah dan indah.

Manuel Pellegrini membawa tiga pemain yang sebelumnya absen ke dalam rombongan tim, yaitu David Silva, Aleks Kolarov, dan Vincent Kompany. Hanya nama terakhir yang akhirnya tidak masuk skuat karena cederanya belum pulih benar.

Tuan rumah bermain dengan beringas sejak awal, wajar saja, riuh suara suporter khas Italia terdengar keras di seisi stadion. Baru dua menit laga berjalan, Gervinho sudah bikin ketar-ketir Pablo Zabaleta, penyerang sayap asal Pantai Gading itu melakukan manuver berbahaya di sisi kanan pertahanan City. Beruntung, umpan silangnya mentah dihalau barisan bek The Blues.

Tiga menit kemudian, tuan rumah lagi-lagi membuat otot para suporter City menegang, Jose Cholevas tinggal berhadapan dengan Joe Hart! Dan bola yang ditendangnya ‘mengolongi’ kedua kaki Hart, beruntung dengan sigap Martin Demichelis langsung menyapu bola sebelum masuk ke gawang --mungkin inilah peluang terbaik sepanjang babak pertama.

Serangan Roma tidak berhenti, setidaknya ada tiga peluang ke arah gawang yang dibuat pasukan Rudi Garcia pada babak pertama. Salah satunya adalah tembakan jauh Gervinho enam menit sebelum rehat, yang masih bisa dimentahkan Joe Hart.

Satu-satunya peluang emas City di babak pertama lahir lewat kaki James Milner. Setelah usaha Gervinho tadi, City melancarkan serangan balik. Milner tinggal berhadapan dengan Morgan De Sanctis di dalam kotak penalti, tapi bola sepakannya masih membentur badan De Sanctis yang dengan cepat langsung menutup ruang tembak. Sampai dengan waktu rehat, kedua tim tidak mampu mencetak gol.

james action2.jpg

Di awal babak kedua, situasinya hampir sama; tuan rumah lebih sering menekan. Namun, pada menit ’60 tuan rumah tersentak dengan serangan balik tim tamu. Samir Nasri kembali beraksi! Gelandang asal Perancis ini menembak bola dari luar kotak dan mengenai tiang dalam gawang De Sanctis, beruntung bola bergulir masuk dan skor pun berubah: tim tamu unggul satu gol!

Setelah kemasukan, Roma semakin mengerikan. Garcia menginstruksikan pemainnya bermain lebih ofensif dengan jarak antar pemain yang sangat lebar --ini membuat ruang yang cukup terbuka di area sepertiga terakhir pertahanan City. Pellegrini harus berterimakasih pada duet Fernando dan Fernandinho yang begitu apik mengamankan lini belakang dari aliran bola berbahaya. Terhitung, beberapa kali Fernandinho melakukan tekel yang krusial untuk menggagalkan serangan Francesco Totti cs.

Pada menit ’66 sebenarnya Roma berpeluang besar menyamakan skor, tapi Adem Ljajic yang sudah mendapat ruang tembak yang baik, gagal memanfaatkan peluang, bola sepakannya melambung tinggi ke angkasa..

Tidak hanya di situ, lima menit kemudian Roma benar-benar kurang beruntung. Dua peluang emas mereka gagal ada yang jadi gol. Pertama, usaha Konstantinos Manolas membentur tiang dan bola hasil usaha Destro berhasil disapu Demichelis sebelum masuk ke gawang -- benar-benar menegangkan.

pablo3.jpg

Sepertinya malam ini memang malamnya Pellegrini, bukannya kemasukan gol, City yang ditekan habis-habisan justru menambah gol. Empat menit sebelum bubar, Zabaleta membuat gol keduanya musim ini, kali ini ia menyelesaikan umpan manis Nasri di dalam kotak penalti Roma, skor pun menguat untuk tim tamu menjadi 0-2. Alhasil, City yang semakin tenang setelah gol kedua itu, berhasil mengamankan kemenangan dan lolos ke babak selanjutnya Liga Champions 2014-15.