Sebelumnya, City tidak pernah menang di kandang Sunderland sejak 2008, namun hari ini rekor tersebut akhirnya putus.
Bermain tanpa kapten Vincent Kompany, tim Biru Langit Manchester kembali menghadapi determinasi yang tinggi dari lawan sejak awal. Gus Poyet menerapkan strategi yang relatif sama ketika berhasil menahan Chelsea; bertahan lebih ke dalam dengan dua lapis pertahanan yang ketat.
Awalnya, Sunderland dengan dukungan penuh penonton berhasil lebih dulu mencetak gol lewat usaha Connor Wickham. Penyerang muda Inggris tersebut berhasil membuat seorang Pablo Zabaleta dengan ‘tidak sengaja’ melakukan ‘gol bunuh diri’. Setelah menerima umpan Lee Cattermole, Wickham menggiring bola dengan kecepatan tinggi, dan Zabaleta yang berusaha mencegahnya melakukan tekel keras, tapi bola justru mengarah ke gawang Joe Hart. Skor 1-0 untuk tuan rumah.
Sangat disayangkan, karena 13 menit sebelumnya Zabaleta berhasil menahan sebuah usaha dari Jack Rodwell yang hampir saja membobol mantan klubnya.
Namun, keunggulan Black Cats tidak bertahan lama, karena lagi-lagi –si ajaib- Sergio Aguero. Penyerang mungil Argentina itu membungkam pendukung tuan rumah setelah secara mengejutkan melepas tendangan keras ke gawang mantan rekannya, Costel Pantilimon. Aguero mengelabui satu pemain Sunderland sebelum melepas tendangan keras ke arah tiang dekat gawang Pantilimon. Skor menjadi sama kuat.
Pada menit ’39, Stevan Jovetic membuat pendukung City senang bukan kepalang setelah mencetak gol keempatnya musim ini. Berawal dari umpan tajam Yaya Toure kepada Aguero, lalu si penyerang mungil itu mensontek bola untuk memberi kesempatan pada Jovetic, dan Stevan menendangnya dengan deras, bola pun bergulir kencang ke gawang Sunderland.
Keunggulan ini masih belum aman bagi City, tapi pada menit ’55 Zabaleta berhasil mengamankannya! Menerima umpan Samir Nasri di dalam kotak penalti, ia dengan tenang melakukan ‘lob’ bola melewati Pantilimon. Alhasil ini adalah gol pertama Zaba musim ini untuk Blues.
Manuel Pellegrini langsung melakukan pergantian setelah gol ketiga --mengingat rekor buruk di Stadium of Light--, James Milner masuk menggantikan Jovetic. Perubahan ini sangat jelas; City ingin mengamankan lini tengah agar keunggulan tetap bertahan.
Praktis, City semakin nyaman dan tenang dalam memainkan bola, dan walaupun Sunderland sempat beberapa kali mengancam, tapi itu tidak sampai benar-benar berbahaya.
Memasuki menit ‘71, Super Sergio kembali berandil besar, kali ini ia mengunci kemenangan The Blues. Sergio perlu berterima kasih pada Milner. Gelandang tim nasional Inggris itu melepas umpan silang dari sisi kanan dan Aguero dengan tenang menyambutnya dengan baik --lagi-lagi Pantilimon tidak sanggup menahan tendangan mantan rekannya setahun lalu.
Karena perbedaan tiga gol yang terlalu sulit untuk Sunderland, City benar-benar menguasai laga tanpa beban yang berarti lagi. Tidak ada peluang yang benar-benar emas dari kedua tim di sisa 10 menit terakhir --kecuali sebuah usaha Milner yang tendangannya melambung tinggi ke angkasa..
Dengan ini, Aguero telah mencetak gol ke-14 nya di liga, memuncaki daftar pencetak gol terbanyak Liga Premier Inggris.