City juga berhasil menang sembilan kali beruntun di semua kompetisi semenjak laga versus Swansea pada November lalu.
Manuel Pellegrini kembali menurunkan strategi yang sama dengan akhir pekan lalu, di mana James Milner kembali memerankan sosok ‘false nine’. Sekali lagi, ini berhasil.
Tidak butuh waktu lama bagi City untuk mencetak gol. Laga baru berjalan delapan menit, Fernando berhasil mencetak gol pertamanya bagi klub, setelah kesalahan kiper lawan, Ben Foster. Ketika Foster gagal mengantisipasi bola lambung, Fernando dengan cepat menyambar bola liar dengan sedikit berakrobat, dan gol pun tercipta.
Selang empat menit, eks Blues Joleon Lescott melanggar David Silva di dalam kotak penalti, wasit Mark Clattenburg langsung menunjuk titik putih, sebuah pukulan lagi bagi Baggies.
Yaya Toure yang menjadi algojo menyelesaikan tugas dengan baik, bola tendangannya sangat deras dan mendatar ke arah kanan gawang Foster.
Nampaknya West Bromwich Albion sedikit terhentak dengan dua gol cepat tim tamu, dan mereka berjuang keras melepaskan diri dari keterpurukan. Pada menit ’17 Berahino mendapat peluang emas, tinggal berhadapan dengan Joe Hart, namun ia menempatkan bola terlalu melebar ke sisi kiri. Gol pun tidak tercipta.
Bukannya memperkecil ketinggalan, WBA justru kebobolan lagi saat 11 menit sebelum rehat. Kali ini Silva menciptakan gol yang indah dari sisi kanan dalam kotak penalti. Menerima umpan pendek Jesus Navas, Silva dengan tenang menempatkan bola di sudut kanan gawang Foster, kiper asal Inggris itu tidak mampu menjangkaunya. Alhasil, dengan gol ini, tuan rumah tertinggal tiga gol saat istirahat.
Memasuki babak kedua, cuaca menjadi tidak bersahabat, guyuran salju lebat turun mewarnai kota Birmingham. Kondisi lapangan yang penuh salju membuat City kurang maksimal memainkan bola –begitupun WBA.
Kondisi salju lebat ini nampaknya memberi untung buat tuan rumah, karena mereka mampu mencetak satu gol sepanjang 45 menit babak kedua, sedangkan City tidak.
Tuan rumah sebenarnya memiliki tiga peluang emas sepanjang babak kedua, tapi hanya satu yang menjadi gol. Lescott hampir saja membobol gawang mantan klubnya pada menit ’75, tapi sundulannya di dekat gawang Hart masih terlampau tinggi di atas mistar.
WBA justru mencetak gol saat laga tersisa empat menit lagi. Berawal dari tendangan sudut, cuaca yang tidak normal membuat Joe Hart gagal meninju bola dengan sempurna, sehingga bola jatuh liar di depan gawang, seorang Brown Ideye pun terhitung sebagai pencetak gol telat tersebut.
Laga yang merupakan ‘hadiah spesial’ (boxing day) bagi warga Inggris menjadi semakin spesial untuk Cityzens di seluruh dunia, karena skuat Pellegrini lagi-lagi menampilkan permainan impresif dalam sembilan laga terakhir.