Skor di akhir pertandingan tidak mencerminkan ketatnya pertandingan yang berlamgsung dicuaca yang sangat dingin mendekati titik beku.
Pertandingan berjalan dengan tempo yang sangat cepat sejak awal. Edin Dzeko membuka gol ketika pertandingan baru berjalan delapan menit menyelesaikan kerja sama yang bagus David Silva dan Aleksandar Kolarov.
Saling serang terjadi sepanjang babak pertama dan Newcastle memanfaatkan dukungan penonton melakukan serangan-serangan berbahaya. Newcastle sempat menjebol gawang Joe Hart ketika tendangan keras Cheick Tiote seperti roket menembus gawang sebelum babak pertama berakhir. Namun wasit setelah berbicara dengan hakim garis kemudian menganulirnya karena menganggap ada pemain yang off side.
Gol yang dianulir itu membuat beberapa pemain emosi dan sepanjang pertandingan kemudian diwarnai pelanggaran keras oleh kedua kesebelasan. Samir Nasri di babak kedua harus digotong keluar setelah ditekel dari belakang oleh Yanga-Mbiwa.
Di babak kedua Newcastle melakukan gempuran habis-habisan. Hart berulang kali harus sigap mempertahankan gawangnya. Setidaknya dua kali ia harus melakukan penyelamatan brilian untuk menghalau tendangan Loic Remy dan Yohan Cabaye.
Seiring dengan upaya Newcastle untuk menyamakan kedudukan, pertandingan menjadi lebih terbuka. Tercatat Alvaro Negredo, Fernandinho dan Jesus Navas hampir saja menambahi keunggulan City.
Di sepuluh menit terakhir pertahanan City harus sangat kokoh untuk menangkal serangan bertubi-tubi Newcastle. Penggemar City baru bisa bernafas lega ketika ditambahan waktu, Negredo yang menerima umpan James Milner berhadap-hadapan dengan Tim Krul dan beruntung bisa menafaatkan bola mental tendangannya sendiri untuk meneruskan masuk ke gawang.
Kemenangan atas Newcastle menjadikan City tim pertama yang berhasil menang enam kali berturut-turut di Liga Primer musim ini dan membawa mereka kembali ke puncak klasemen Liga Primer setidaknya hingga menunggu hasil pertandingan Arsenal yang berkunjung ke Aston Villa hari Senin malam.