They thought it was all over - and it nearly was - but Sergio Aguero had other ideas as City finally came alive in the Champions League.

Pellegrini harus mengubah komposisi timnya karena tak bisa menurunkan Fernandinho dan Yaya Toure yang terkena skorsing serta para pemain cedera: Aleks Kolarov, Edin Dzeko, dan David Silva.

Fernando dan James Milner menjadi jangkar di lini tengah. Samir Nasri dan Jesus Navas menempati kedua sayap dan Frank Lampard menjadi pendukung serangan di belakang Sergio Aguero.

Fernando and Frank

Bayern juga tidak bisa memainkan komposisi terbaik dan tampil antara lain tanpa Mario Goetze, Philipp Lahm, dan Thomas Mueller.

Start pertandingan langsung eksplosif, City memainkan tempo cepat sementara Bayern menekan dari depan.

Bayern mendapat peluang pertama laga kala Sebastian Rode menerima umpan terobosan lambung di kotak penalti City dan memaksa Joe Hart untuk melakukan penyelamatan brilian dari jarak dekat.

Pada menit ke-19, tembakan keras Rafinha seperti akan bersarang ke gawang Hart sebelum Elianquim Mangala dengan sangat bagus memblok usaha bek kanan Bayern tersebut.

Blok itu terbukti penting karena Blues mencetak gol pertama laga satu menit kemudian setelah mendapat penalti.

Mehdi Benatia menjatuhkan Aguero, yang telah berhadapan satu-lawan-satu dengan Manuel Neuer, dari belakang di kotak terlarang.

Wasit Pavel Královec tak punya pilihan dan memberi kartu merah pada bek Bayern tersebut.

Aguero mengemban tanggung jawab dan menaklukkan kiper timnas Jerman tersebut lewat tendangan 12 pas.

City kemudian mengambil alih kontrol pertandingan dengan memainkan bola-bola terobosan dan menguasai bola sementara Bayern terlihat puas memperlambat tempo.

Sayang, keadaan berubah pada lima menit terakhir babak pertama.

Mangala menjatuhkan Robert Lewandowski sedikit di luar kotak penalti City dan Xabi Alonso mengelabui kiper Joe Hart dari tendangan bebas tersebut dengan usaha keras mendatar pada menit ke-40.

Tak berhenti di situ, pada detik-detik akhir babak pertama kala Lewandowski memanfaatkan umpan silang Jerome Boateng dengan sangat baik dan membawa Muenchen memimpin 2-1.

Siaran ulang menunjukkan bahwa bola mengenai pundak striker Polandia ini sebelum melambung ke belakang gawang Hart.

Setelah turun minum, Bayern menahan bola dengan baik walau bermain dengan 10 orang sementara City kesulitan mencari umpan pamungkas untuk membongkar tembok pertahanan tim besutan Pep Guardiola tersebut.

Relatif tidak ada kejadian signifikan selain tembakan jarak jauh Frank Lampard yang dihalau dengan baik oleh Neuer.

Akan tetapi, Etihad meledak pada fase-fase penutupan babak kedua.

Aguero dan Stevan Jovetic, yang masuk pada menit ke-66, memainkan peran besar untuk memutar balik keadaan.

Pertama, lima menit sebelum bubar, Jovetic memotong umpan silang lapangan Alonso lalu memberi bola matang ke Kun Aguero.

Aguero

Sang bomber berlari kencang menerobos pertahanan Bayern dan menaklukkan Neuer dengan tenang di bawah tekanan masif.

City tak puas dengan hasil imbang 1-1 dan terus berusaha mencari gol pemenang laga.

Aguero melengkapi hat-tricknya dan mengubah laga horor menjadi mimpi indah pada detik-detik akhir pertandingan.

Jovetic terlibat ke proses terjadinya gol dengan memberi umpan sundulan ke arah Aguero yang gagal dikontrol Boateng.

Kun mengambil bola dan ia membawa si kulit bundar ke dalam kotak penalti Bayern sebelum melepas tembakan tenang untuk menaklukkan sang kiper dan menyudahi rekor 100 persen tim Bavaria ini di fase grup.

Ini adalah gol ke-11 Sergio dari 11 penampilan Liga Champions sejak awal musim kemarin.

City kini membawa harapan besar untuk laga terakhir Grup E di Roma, dua pekan dari sekarang.