On the brink.

Seperti pada kekalahan melawan West Ham di liga dan Newcastle United di Capital One Cup, City kembali menemui lawan yang bertahan dalam, melakukan pressing agresif, dan menyerang lewat serangan balik cepat.

Kecepatan Seydou Doumbia dan Ahmed Mussa merepotkan Vincent Kompany cs. di barisan pertahanan.

Namun, gol pertama datang karena City kurang waspada dalam situasi bola mati. CSKA mendapat tendangan bebas pada menit kedua setelah handsball Gael Clichy di sisi kiri kotak penalti Blues.

Bibras Natcho mengirim umpan silang akurat ke Doumbia yang melepaskan diri dari penjagaan kompatriotnya, Yaya Toure, di tiang jauh. Tandukan striker asal Pantai Gading tersebut membuat hening Stadion Etihad yang 100 persen berisi pendukung tuan rumah.

City kemudian bangkit dan tusukan Stevan Jovetic memaksa barisan pertahanan lawan untuk menjatuhkannya sedikit di luar kotak penalti CSKA. Yaya mengambil tembakan bebas dengan sangat baik, melengkungkan bola melewati kiper Igor Akinfeev untuk menyamakan skor jadi 1-1 sebelum 10 menit laga bergulir.

CSKA kembali unggul pada menit ke-34 setelah Clichy melakukan kesalahan menghalau bola sehingga si kulit bundar langsung jatuh ke kaki Natcho. Ia memberi umpan terukur ke Doumbia yang lagi-lagi lepas dari penjagaan. Striker lawan itu mengontrol bola sekali sebelum melepas tembakan terukur melewati Joe Hart.

Penonton di Stadion Etihad secara vokal menunjukkan ketidak puasan mereka kala kedua tim masuk ke terowongan pemain untuk jeda pertandingan. Mereka wajar kecewa karena tahun lalu hampir pada hari sama, City menang 5-2 lawan tim sama berkat hat-trick Alvaro Negredo dan dua gol Aguero.

Para suporter yang mengharapkan situasi akan membaik pada babak kedua harus putus harapan.

Pelatih Manuel Pellegrini bereaksi cepat dengan mengubah komposisi timnya saat kedua kubu kembali ke lapangan. Ia memasukkan Fernandinho dan Samir Nasri untuk Stevan Jovetic serta Jesus Navas

CSKA kembali mengikuti pola babak pertama dan berusaha mengeksploitasi City lewat serangan balik cepat

City berhasil membuka lini belakang tim Rusia tersebut pada satu jam pertandingan tapi Akinfeev masih dapat menghadang usaha keras dan datar James Milner.

Fernandinho tak lama kemudian mendapat kartu kuning karena berusaha menghentikan serangan balik CSKA.

Pellegrini lalu menarik Fernando dan memasukkan Edin Dzeko pada menit ke-65 sebagai perjudian terakhirnya.

Akan tetapi, lima menit kemudian Fernandinho dianggap wasit Tasos Sidiropoulos memblok Musa secara sengaja di ujung kotak penalti City. Sang pengadil asal Yunani memberi gelandang asal Brasil itu kartu kuning kedua sehingga ia harus meninggalkan lapangan.

Pada menit ke-71, City mendapat kesempatan terbaik menyamakan kedudukan setelah Dzeko berada dalam posisi untuk melewati Akinfeev dalam situasi 1vs1 tapi tangan sang kiper masih menghadangnya.

Setelah itu datang momen kontroversial laga kala wasit memberi Sergei Ignashevich kartu kuning walau sebenarnya adalah Pontus Wernbloom (yang sudah mendapat kartu kuning) yang menarik baju Sergio Aguero secara sengaja dari belakang.

Kesalahan wasit ini tampak berpengaruh ke para pemain City dan Yaya secara frustrasi mendorong kepala Roman Eremenko sehingga wasit memberi kartu merah langsung pada menit ke-80.

City akhirnya harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain dan menyerah 1-2 dalam laga mengecewakan pada malam hari dingin ini.