Manuel Pellegrini memutuskan untuk memainkan lima gelandang dan satu penyerang sejak awal laga, dengan menempatkan Sergio Aguero sebagai penyerang tunggal. Sementara itu Samir Nasri bermain sebagai trequartista tepat di belakang sang striker.
Vincent Kompany yang tidak bisa bermain digantikan oleh Eliaquim Mangala yang berduet dengan Martin Demichelis.
Kota London yang turun hujan turut menjadi saksi ketatnya laga Premier League di awal November ini, dimana tuan rumah menunjukkan kualitasnya yang konsisten menekan sang juara bertahan sejak awal. Charlie Austin mendapati dua golnya dianulir wasit dalam 15 menit pertama laga. Penyerang Inggris tersebut mencetak gol yang tidak sah karena offside dan kesalahan tendangan bebas Joe Hart. Kiper no 1 Inggris dinilai menendang dua kali tendangan bebas tidak langsung sebelum datang ke kaki Austin, lalu Mike Dean melalui nasehat hakim garis dengan jeli memutuskan gol tersebut tidak sah.
Namun, Austin yang sangat agresif pada laga kali ini, memang ditakdirkan untuk membobol gawang Hart, ketika pada menit ke- 20 ia dengan cerdik menendang bola dengan keras dan deras ke gawang City. Pendukung tuan rumah pun kali ini dapat bersorak dengan lega.
Yaya Toure sempat menebar asa, ketika tendangan jarak jauh dengan kaki kirinya tipis melebar dari gawang Robert Green. Gelandang asal Pantai Gading itu berusaha maksimal setelah pelbagai kritik atas performanya.
Dua belas menit kemudian, sang penyelamat itu beraksi, Sergio Aguero!! Setelah menerima umpan lambung Mangala, Aguero melakukan kontrol bola beberapa kali sebelum melepas tendangan yang sangat keras, dan Green pun tidak sempat menghalaunya.
Di babak kedua, City beberapa kali mendapat peluang, namun apa mau dikata, justru QPR lah yang lebih dulu mencetak gol. Lima belas menit sebelum waktu penuh, lagi-lagi Austin menjadi aktor, umpan silangnya sangat deras sehingga Demichelis salah melakukan antisipasi yang justru membuat gawangnya sendiri kemasukan. Skor menjadi 2-1 pada menit ke- 76.
Pellegrini tidak hilang akal, ia memutuskan menarik Samir Nasri yang sepertinya kesulitan bergerak di belakang Aguero, dan memasukkan James Milner. Bersama dengan Lampard, Milner memberi tenaga baru di lini tengah yang sukses membuat QPR sedikit tertekan di akhir laga.
Milner sempat membahayakan gawang QPR, namun tembakan kerasnya dari luar kotak masih membentur para bek QPR yang dikomandoi mantan pemain Blues, Richard Dunne beserta juniornya Steven Caulker. Nama terakhir menjadi penyelamat pada kesempatan kedua James melalui sundulannya ke arah sudut gawang QPR.
Setelah peluang bertubi-tubi, akhirnya penyelamat itu kembali beraksi. Kun Aguero secara magis kembali menerima umpan lambung dengan baik -- kali ini dari Toure --, mengecoh Green, dan melepas tembakan keras dari dalam kotak penalti, sehingga skor kembali menjadi imbang 2-2.
Beruntung City memiliki penyerang sekelas Aguero. Sampai dengan peluit akhir setelah gol penyerang Argentina itu, tidak ada peluang berarti yang datang dari kedua tim.