Frank Lampard scored a dramatic late equaliser as ten-man City came from behind to draw 1-1 with Chelsea.

Satu-satunya perubahan dari Manuel Pellegrini adalah menduetkan Eliaquim Mangala dan kapten Vincent Kompany di posisi bek tengah sejak awal. Ini merupakan debut Mangala di Premier League, dan bisa dibilang merupakan debut yang impresif karena bek Perancis ini berkali-kali membuat frustasi Diego Costa.

City memulai laga dengan baik, mendominasi permainan, dan menciptakan sepak pojok sebanyak enam kali ketika laga baru berjalan 26 menit.

Aguero

Sergio Aguero sempat membuat pendukung tim tamu berdebar ketika upayanya masih melambung tinggi ke atas mistar, menerima umpan hasil sepakan pojok rekannya. Sepanjang babak pertama, City mampu menguasai bola lebih banyak dari tim tamu, namun gol belum juga tercipta sampai babak pertama menjelang berakhir.

Yang perlu disorot adalah kinerja wasit Mike Dean yang memberi kartu kuning pada empat pemain tim tuan rumah di babak pertama, dan nantinya ini bisa menjadi malapetaka bagi City setelah istirahat.

Chelsea musim lalu mengambil enam poin dari City dalam ajang Premier League, tentu merupakan catatan yang kurang baik bagi Pellegrini, dan catatan ini hampir dipastikan sebelum istirahat ketika Costa hendak menyambut umpang Branislav Ivanovic, beruntung Fernandinho menggagalkan peluang emas tim tamu melalui intervensinya yang luar biasa.

Di babak kedua, City tetap masih mendominasi pertandingan, sekali peluang emas Sergio Aguero berhasil ditepis Courtois, ketika laga memasuki menit ke- 55. Bola muntah tepisan kiper Chelsea itu liar di dalam kotak, dan sebenarnya Edin Dzeko siap menyambut, namun Ramires lebih cepat menyergap bola untuk membuangnya.

Semenit sebelum momen itu, Fernandinho melepas tembakan keras dari luar kotak penalti hasil bola liar pantulan para bek Chelsea, namun sayang masih sedikit melebar.

Jose Mourinho yang tahu bahwa timnya terus ditekan, melakukan dua pergantian sekaligus pada menit ke- 63, yaitu menarik keluar Ramires dan Willian, serta memasukkan Andre Schuerrle dan John Obi Mikel. Dua pergantian ini ditengarai cukup efektif menahan serangan para gelandang kreatif tim tuan rumah.

Tak lama, Costa terlibat perkelahian kecil dengan Pablo Zabaleta setelah mantan penyerang Atletico Madrid itu dijegal keras oleh bek kanan City tersebut. Alhasil, setelah menenangkan situasi, Mike Dean mengganjar kartu kuning untuk keduanya, namun sial bagi Pablo, karena itu merupakan kartu kuning kedua baginya.

Setelah Zabaleta dikartumerah, Chelsea berhasil mencetak gol melalui kaki pemain yang baru masuk, Schuerrle. Sebuah pukulan bagi City, karena sepanjang laga tuan rumah berkali-kali menciptakan peluang.

Costa hampir menambah pundi-pundi golnya menjadi delapan di liga, karena usahanya membentur tiang gawang Joe Hart ketika laga memasuki menit ke- 80.

Beruntung, Pellegrini melakukan pergantian krusial 12 menit sebelum waktu penuh, yaitu menarik keluar Aleks Kolarov dan memasukkan Frank Lampard. Nama terakhir menjadi penyelamat tuan rumah karena berhasil mencetak gol penyama skor berkat assist menawan James Milner tepat tujuh menit sebelum waktu penuh.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit akhir, dan Milner terpilih sebagai pemain terbaik laga kali ini.