Almost 55,000 fans watched on as stellar City crushed title rivals Chelsea at the newly extended Etihad Stadium.

Dominasi dari awal hingga akhir, ya itulah kata-kata paling pas untuk menggambarkan performa City melawan Chelsea hari ini.

Selalu mempersiapkan strateginya hingga detail, tak heran jika Mourinho memberikan kejutan dalam susunan pemain yang diturunkannya melawan City.

Ia memasang Ramires mendampingi Matic di tengah, untuk mendorong Fabregas menjadi gelandang serang, dengan begitu Chelsea memiliki tenaga lebih menghadapi duet Yaya dan Fernandinho.

Setidaknya itulah yang diharapkan Mourinho, sayang kenyataan tak sesuai harapan. City bermain fantastis dari awal hingga akhir, dengan determinasi maksimal dan tak membuat kesalahan sedikitpun.

City menampilkan skuad terbaiknya termasuk sang bomber andalan Sergio Aguero dari menit awal.

Ini menjadi kali pertama kombinasi trisula Sterling – Aguero – Silva dicoba, hasilnya?menakjubkan! Dua bek sayap Chelsea Ivanovic dan Azpilicueta nyaris bertahan sepanjang laga, ketika serangan balik City diluncurkan bek Chelsea kesulitan mengimbangi kecepatan Sterling – Navas.

The South Stand

Laga berjalan 20 menit Aguero telah memiliki 3 peluang bersih, namun sayang penampilan cemerlang kiper pengganti Asmir Begovic masih mampu membuat gawang Chelsea terhindar dari kebobolan.

Tapi itu tidak berlangsung lama, berawal dari pergerakan solo run Yaya Toure dari tengah lapangan, ia mengumpan pendek kepada Aguero dan kali ini Kun tak menyia-nyiakan kesempatan dan membawa City unggul 1-0 setelah memutari Nemanja Matic dan John Terry.

Pembukaan babak kedua berjalan dengan tempo sedikit lebih lambat, Terry ditarik keluar dan digantikan oleh Zouma sehingga membuat karakter permainan Chelsea semakin mengandalkan fisik dan tenaga.

Fakta bahwa Cahill harus mendapatkan perawatan dan Costa yang diperban kepalanya akibat benturan menggambarkan panas dan kerasnya laga ini.

Menit ke-78 kapten Vincent Kompany kembali mencetak gol memanfaatkan sepak pojok. Gol ini membuat City semakin tenang dan bermain rileks.

Dilain pihak Chelsea memasukkan Falcao dan Cuadrado untuk membuat tim asuhan Jose Mourinho ini bermain dengan dua striker di depan.

Upaya ini terbukti menjadi blunder, menit ke-84 Fernandinho mencetak gol indah lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang sekaligus memupus perlawanan Chelsea.

Kini City unggul 5 angka atas skuad Jose Mourinho, sebuah keuntungan yang signifikan di awal musim ini.