City harus mengakui keunggulan Arsenal di Emirates Stadium dengan skor 2-1.

Pellegrini menurunkan Kun Aguero dari menit pertama, hal ini mengindikasikan betapa manajer asal Chile itu membidik tiga angka kandang rival terberatnya dalam perburuan gelar Premier League.

Tampil dengan formasi andalan 4-2-3-1, entah kenapa Manuel menurunkan Fabian Delph di sayap kiri ketimbang Raheem Sterling. Hal ini membuat tusukan City di sayap kiri kurang efektif, Kolarov lebih sering overlap ke depan dan Delph lebih menjaga area kiri dari ancaman serangan balik.

Arsenal membuka keunggulan di menit ke-33 lewat gol indah dari Theo Walcott. Menerima bola dari Ozil di sayap kanan, pemain timnas Inggris itu berputar dan melepas tembakan keras terarah ke tiang jauh yang tidak mampu dijangkau Joe Hart.

SErgio

Tertinggal satu gol City tidak panik dan terus menggempur pertahanan Arsenal, peluang dari Kevin De Bruyne yang melenceng, serta sundulan Aguero yang mampu ditangkap Cech merupakan respon anak asuh Pellegrini setelah tertinggal.

Sayang saat asyik menyerang kembali City tertinggal lebih jauh pada saat penghujung babak pertama. Penyelesaian dingin Giroud dari sisi kiri kotak penalti City mampu melewati sela kaki Joe Hart, 2-0 Arsenal memimpin hingga turun minum.

Wenger tahu bahwa ia hanya perlu menjaga keunggulan timnya, oleh karena itu di babak kedua Arsenal memainkan serangan balik cepat dan bola-bola panjang. Cukup aneh melihat tim seperti Arsenal memainkan bola panjang ketika bermain di kandang, tetapi sang manajer tentu punya pertimbangan taktik sendiri.

City dilain pihak merespon ketertinggalan dengan memasukkan Sterling sejak awal babak kedua menggantikan Delph. Keinginan kuat Wenger untuk bermain bertahan semakin tampak jelas ketika ia memasukkan dua bek tambahan di menit ke-69 dan 88. Pertama Kieran Gibbs masuk menggantikan Joel Campbell, terakhir Calum Chambers masuk menggantikan Theo Walcott.

raheem

Wilfried Bony dan Jesus Navas juga dimasukkan Pellegrini untuk memberi dimensi yang berbeda pada permainan City. Hasilnya City memperkecil ketertinggalan di menit ke-81 lewat sebuah penyelesaian cantik first time dari Yaya Toure.

Petr Cech tak mampu bereaksi sama sekali menghalau tembakan terarah Yaya. Memperkecil kedudukan 1-2 City mendapat momen mereka di laga ini. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan anak asuh Pellegrini untuk mencari gol penyeimbang.

yaya

Dua peluang emas beruntun tercipta di menit ke-87 dan 88. Pertama lewat Wilfried Bony menerima umpan De Bruyne, sayang tembakan Bony masih melebar. Kedua kerjasama satu-dua De Bruyne dan Toure mampu membelah pertahanan Arsenal, tetapi lagi-lagi eksekusi Yaya masih sedikit melebar dari target.

Hingga peluit akhir dibunyikan Arsenal terus bertahan dan mampu meraih tiga angka berharga di Emirates Stadium.