Pellegrini memenangkan pertarungan taktik melawan Schubert di laga ini.

Dramatis! Itulah kata yang pantas disematkan kepada permainan City malam ini. Comeback luar biasa tim asuhan Pellegrini itu ditambah kekalahan Juventus ditangan Sevilla membuat City memastikan diri lolos sebagai juara grup D.

Pellegrini memutuskan beralih ke formasi 4-3-3 di awal laga, Fabian Delph – Fernandinho dan Yaya Toure mengawal lini tengah sementara di depan tak ada striker murni yang dimainkan. Kevin De Bruyne ditempatkan di kanan, Sterling di kiri dan David Silva di tengah.

Taktik yang tampaknya bekerja dengan pada awal babak pertama. Lewat pergerakan cantik, Sterling mengecoh bek Borussia lewat umpan backheel yang diterima Silva dengan sempurna, sang playmaker Spanyol itu melepas tembakan keras ke pojok gawang Sommer, 1-0 City memimpin di menit ke-16.

Butuh kemenangan untuk memastikan satu tiket ke Liga Europa, Borussia meningkatkan tempo permainan. Kerjasama cantik Fabian Johnson – Raffael dan Korb kerap kali merepotkan barisan pertahanan City, tampak jelas Clichy kurang nyaman bermain sebagai bek kanan terutama ketika membantu penyerangan.

Tiga menit berselang dari gol pembuka Silva, Julian Korb menyamakan kedudukan. Diawali pergerakan Fabian Johnson yang gagal diantisipasi oleh Clichy, ia mengirim umpan ke sisi kanan dan dengan satu sentuhan tembakan keras Korb bersarang di gawang Joe Hart, 1-1 Borussia mengejar.

Tiga menit jelang babak bertama berakhir, Raffael membuat Borussia berbalik unggul 2-1 setelah menjebol gawang Joe Hart memanfaatkan bola pantulan.

City tidak panik, karena memang taktik ini telah dipersiapkan Manuel Pellegrini di laga ini, dengan 4-3-3 empat bek sejajar Borussia akan diperas tenaganya karena harus berpacu dengan kecepatan Sterling dan De Bruyne, disaat mereka kehabisan napas maka pergantian taktik merubah arah pertandingan.

Memasuki menit ke-65 City kembali ke formasi normal 4-2-3-1, Bony melakukan ‘pekerjaan kotor’ dan Sterling dan Navas mengeksploitasi napas pemain Borussia yang telah habis.

Strategi jitu tersebut terbayar saat pasukan biru langit mencetak tiga gol dalam tempo enam menit saja!

Diawali menit ke-79 ketika kerjasama Clichy dan Navas berhasil mengirim bola kepada Bony yang berdiri di kotak penalti, bola dioper kepada Sterling yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang Sommer yang tampil luar biasa hingga menit ke-75.

Skor 2-2 membuat mental Borussia runtuh seketika, belum sempat mereka bangkit dari gol tersebut, Sterling yang berulang tahun ke-21 hari ini menambah gol keduanya hanya dua menit berselang.

Silva memenangi duel udara dan mengirim bola kepada Bony, sang penyerang asal Pantai Gading itu lagi-lagi tidak egois dan memberi assist cantik kepada Sterling. Tembakan first time Sterling kembali menjebol gawang Sommer, City 3 Borussia 2.

Empat menit setelah gol ketiga City terjadi, kerjasama satu-dua antara Sterling dan Kolarov di sisi kiri berhasil membuat Kolarov mengirim umpan silang kepada Bony di tengah. Kendati kontrol bola Bony tak terlalu sempurna, ia masih bisa menjebol gawang Sommer dengan sempurna, City menjauh 4-2 dan Borussia tak mampu bangkit lagi.

City menjuarai grup D dan terhindar dari para raksasa seperti Bayern Munich, Real Madrid dan tentunya Barcelona. Comeback Luar biasa the Blues!