Clinical City made all but sure there is an automatic Champions League berth awaiting at the end of the season and simultaneously guaranteed Championship football for Rangers.

Hanya satu kata yang dapat menggambarkan jalannya pertandingan City v QPR : Luar Biasa!

Pellegrini betul-betul membuktikan konsep sepakbola menghibur yang diusung Manchester City dengan mencukur QPR enam gol tanpa balas.

City tidak melakukan perubahan susunan pemain kendati sang kapten Vincent Kompany sudah kembali fit. Duet Demichelis dan Mangala bermain solid, kedua striker QPR Bobby Zamora dan Charlie Austin kerap terjebak perangkap offside yang digalang oleh keduanya.

City langsung menggebrak di menit awal pertandingan, memanfaatkan buruknya koordinasi pertahanan QPR yang bermain dengan formasi tiga bek, Sergio Aguero mencetak golnya yang ke-23 di Liga Primer di menit ke-3.

Steven Caulker dan Richard Dunne tak kuasa menahan solo run Aguero dari luar kotak penalti, bola memantul diantara kedua bek QPR itu dan Aguero dengan nyaman melambungkan bola ke dalam gawang Robert Green, City memimpin 1-0.

Penampilan QPR membaik memasuki menit ke 15, kendati City tetap mengontrol laga koordinasi pertahanan 3 bek QPR mulai membaik. Kesalahan kecil merubah segalanya, pelanggaran dilakukan bek QPR di depan kotak penalti, bisa ditebak ini adalah momen Kolarov untuk bersinar.

Menit ke-31 Kolarov tak menyiakan tendangan bebas ini, setelah diawali gerak tipu oleh James Milner,Kolarov dengan cantik menempatkan bola di sisi kiri gawang Robert Green, 2-0 untuk City.

Memasuki babak kedua alih-alih bertahan mengamankan keunggulan, Pellegrini justru menambah striker dengan menarik Lampard digantikan oleh Bony.

Menit ke-49 Aguero menambah golnya memanfaatkan kesalahan Suk-Young Yun yang menjadi orang terakhir di pertahanan QPR, dengan tenang ia menceploskan bola ke gawang Green sekaligus menambah koleksi golnya menjadi 24, 3-0 City memimpin.

Gol ini meruntuhkan mental QPR, alhasil City menambah tiga gol lagi di menit ke-64,69, dan 86 lewat Aguero (hattrick), James Milner dan David Silva.

Sore yang tak bisa dilupakan bagi publik Etihad dengan dua pemain kesayangan mereka semakin dekat dengan dua target : Aguero satu langkah menuju sepatu emas dan Joe Hart satu langkah menuju rekor clean sheet  terbanyak.