Seperti yang diperkirakan sebelumnya, Klopp memainkan formasi pohon natal dengan fokus menumpuk pemain di lini tengah untuk mematikan operan-operan pendek the Blues.

Sayang City mengawali laga dengan buruk ketika buruknya koordinasi lini belakang yang diisi duet Mangala – Demichelis mampu dimanfaatkan maksimal oleh Liverpool.

Sagna tampak dijatuhkan Coutinho, tapi wasit tak memberi pelanggaran. Firmino mengirim umpan datar ke tengah, Mangala yang bermaksud mengantisipasi ancaman malah membuat gol bunuh diri ke gawang Joe Hart.

Players link for the Marseillaise

Menciptakan keunggulan cepat membuat mental Liverpool terangkat. Coutinho mencetak gol kedua the Reds pada menit ke-22, lagi-lagi memanfaatkan buruknya pengertian duet bek tengah City.

Menyambut umpan Firmino di kanan, Coutinho mencetak gol lewat cara penyelesaian tap-in mudah.

Penampilan gemilang Firmino mendapatkan buahnya di menit ke-32, lewat skema yang sama kali ini giliran Firmino yang mencetak gol tap-in menyambut umpan datar dari Coutinho.

Ohilippe Coutinho

Aguero memperkecil ketertinggalan the Blues menjadi 1-3 di menit ke-43. Menerima bola di tiga perempat lapangan, Kun menggiring bola melewati Lucas Leiva sebelum mencetak gol lewat tembakan terarah dari luar kotak penalti.

Pellegrini membaca kelemahan timnya di babak kedua, untuk mengimbangi lini tengah Liverpool Manuel membuat dua pergantian.

Sergio Aguero scoring

Yaya dan Navas ditarik keluar, Delph dan Fernandinho masuk. Hal ini membuat City bermain dengan tiga gelandang. Pergantian ini memberikan keseimbangan di lini tengah, laga berjalan terbuka di babak kedua.

Kendati menciptakan bayak peluang, City tak mampu menambah gol. Sebaliknya lewat situasi sepak pojok Liverpool menambah satu gol di menit ke-80 lewat Martin Srktel.

City menelan kekalahan ketiga di Liga Primer dan harus merelakan puncak klasemen lepas dari genggaman.