United membutuhkan waktu hampir selama 80 menit untuk membuat tembakan pertama yang mengarah ke gawang City.
The red devils tampak jelas berusaha memperkuat pertahanannya menghadapi City. Valencia mengisi pos bek kanan menggantikan Matteo Darmian yang biasanya menjadi pilihan pertama, disisi kiri Marcos Rojo dipasang untuk menempel ketat Kevin De Bruyne.
Pellegrini membuat satu perubahan, menempatkan Fernando di lini tengah sehingga Yaya Toure dapat menyerang dengan bebas. Laga di babak pertama layaknya permainan catur tingkat tinggi, persiapan taktik kedua pelatih sangat matang dalam mematikan ancaman masing-masing tim.
Kendati menguasai penguasaan bola, fokus United yang lebih bertahan membuat mereka tidak memiliki peluang mencetak gol sama sekali di babak pertama. Sebaliknya City memiliki banyak peluang, terutama lewat Sterling dan Yaya Toure.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tidak berubah. Ancaman utama City datang dari Anthony Martial yang berkali-kali menembus pos yang dijaga oleh Bacary Sagna. Sebaliknya City membalas lewat kombinasi Kevin De Bruyne – Yaya Toure yang kerap melancarkan serangan balik cepat.
Tiga pergantian dibuat Pellegrini di babak kedua, Navas, Demichelis dan Kelechi Iheanacho dimasukkan menggantikan Sterling, Yaya Toure dan Wilfried Bony. Nicolas Otamendi nyaris membawa City unggul di menit ke-86 ketika ia berusaha menyambut tendangan bebas Aleks Kolarov.
Sebaliknya United memiliki dua peluang bersih di menit ke-83 lewat Jesse Lingard yang membentur tiang dan di menit ke-87 saat tembakan Smalling dari jarak dekat ditepis dengan gemilang oleh Joe Hart.
City membawa satu angka dari Old Trafford, bukan hasil yang buruk mengingat the Blues tak diperkuat dua pemain kuncinya yakni Sergio Aguero dan David Silva.