Laga ini sedianya merupakan pertama kali kuartet Sterling – Silva – KDB – Aguero diturunkan bersama. Malang, Silva cedera saat melakukan pemanasan sehingga Jesus Navas turun dari menit pertama.
Di lini pertahanan Nicolas Otamendi bermain dari awal menggantikan kapten Vincent Kompany. Sebuah perubahan krusial untuk stabilitas lini belakang City yang belum pernah kebobolan di lima laga awal Liga Primer.
Terbukti laga baru berjalan 5 menit, Pertahanan City tampak kurang konsentrasi sehingga Victor Moses berhasil mencuri gol cepat dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak dapat diantisipasi Joe Hart.
City seakan terbangun karena gol ini, langsung menekan pertahanan West Ham bertubi-tubi. Begitu banyak peluang terbuang sia-sia, terutama lewat Aguero. Bahkan di menit ke-8 saat ia sudah berdiri bebas setelah berhasil melewati Adrian, eksekusi Kun malah melenceng ke kanan gawang.
Petaka datang di menit ke-20, buruknya koordinasi lini belakang City dalam situasi bola-bola mati tanpa kehadiran Kompany betul-betul dimanfaatkan pasukan Slaven Bilic. Lewat sepak pojok, kemelut di depan gawang City terjadi, dan Diafra Sakho memperbesar keunggulan West Ham 2-0.
Tertinggal 2-0, Pellegrini menginstruksikan Bony untuk melakukan pemanasan, dan tepat di penghujung babak pertama Kevin De Bruyne memperkecil ketertinggalan City menjadi 1-2.
Diawali pergerakan Aguero yang menarik 3 bek West Ham, ia melepaskan umpan sempurna yang membuat De Bruyne bebas di dalam kotak penalti, tendangan mendatar KDB tak mampu diantisipasi Adrian.
Memasuki babak kedua, laga berjalan layaknya latihan menyerang versus bertahan. West Ham hanya tertarik pada satu hal: mempertahankan keunggulan. Tim asal London itu bertahan begitu dalam dengan seluruh pemain dan membuang waktu.
Ada begitu banyak peluang City yang terbuang sia-sia di babak kedua, mulai dari tembakan Yaya Toure, sundulan Otamendi hingga sontekan Aguero. Bahkan di menit ke-80 seluruh penyerang City berada di lapangan! Bony dan Aguero dimasukkan untuk mengejar ketertinggalan tapi tak bisa membuka pertahanan West Ham.
Hingga peluit akhir ditiup wasit, West Ham berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 sekaligus menekankan status mereka sebagai tim yang pantas ditakuti jika bermain tandang.