Apa yang terjadi?
25 menit pertama para pemain the Blues frustrasi karena tidak mampu membongkar solidnya pertahanan Saints yang dikomandoi Fraser Foster, tetapi itu juga terjadi karena permainan City yang tidak maksimal dan banyaknya salah umpan dari para pemain.
Dalam posisi tertekan, John Stones mencoba melepas back pass kepada Kompany, tetapi sang kapten terlanjur sudah berpindah posisi sehingga Nathan Redmond mampu mencuri bola dan melewati Claudio Bravo sebelum menjebol gawang City.
Stones menyangka ia mampu menebus kesalahannya lima menit berselang setelah sontekan volinya menyambut free kick De Bruyne menjebol gawang Saints. Tetapi gol dianulir wasit karena Aguero berada dalam posisi offside dan membuat pergerakan untuk menyambut bola.
Guardiola merespon buruknya performa di babak pertama dengan menarik De Bruyne dan memasukkan Kelechi Iheanacho.
Hanya butuh sepuluh menit bagi Si Bocah Ajaib untuk menjebol gawang Foster dan tekanan pun seakan terangkat dari tim tuan rumah.
Gol Kelechi diawali umpan indah jarak jauh dari Fernandinho yang mampu disambut Leroy Sane di tiang dekat – pemain muda Jerman itu memberi assist kepada Iheanacho yang dengan mudah menyelesaikannya di depan gawang.
Tiba-tiba pergerakan City menjadi jauh lebih baik, operan menjadi lebih akurat dan rasa percaya diri kembali.
Berikutnya pergerakan fantastis Sergio Aguero mampu menembus kotak penalti Saints, sayang tembakannya melebar.
Tim tamu bertahan dengan putus asa, menumpuk seluruh pemain di depan gawang dan membuang waktu – pada akhirnya usaha mereka cukup untuk mengamankan satu poin berharga.
Momen Kunci
Pergerakan yang mengawali gol penyeimbang dari Iheanacho sangat krusial bagi City untuk terus mencari gol kemenangan pada malam itu.
Man of the Match: Leroy Sane
Tampil begitu hidup sepanjang laga, Sane terus berkembang dalam setiap pertandingan yang dimainkannya. Skill dan assist sang pemain timnas Jerman itu membuatnya mengalahkan Kompany untuk gelar pemain terbaik di laga ini.