Apa yang terjadi?
The Blues menatap laga ini dengan performa bagus dan memulai dengan percaya diri, tetapi tiga gol yang bersarang di gawang anak asuh Pep Guardiola dalam tempo 20 menit mengguncang tim.
City menguasai lebih dari 70 persen penguasaan bola nyaris di setiap laga, tetapi itu tidak terjadi pada babak pertama – dimana permainan sering dipatahkan dan penguasan bola tak berjalan dengan mulus.
Anak asuh Guardiola membaik di babak kedua – persis sama seperti saat the Blues juga kalah di Anfield pada bulan Januari – tiga gol cepat Liverpool merusak rencana City dan kita harus menampilkan comeback luar biasa jika ingin lolos ke babak berikutnya.
Meski demikian, tidak jarang City pesta gol di Etihad pada musim ini, termasuk saat menghadapi Liverpool, jadi laga ini masih jauh dari kata usai.
City tertinggal setelah kehilangan bola dan Liverpool segera melancarkan serangan balik. Otamendi berusaha menghentikan pergerakan Firmino, tapi Kylve Walker tak mampu membuang bola yang membantul dengan canggung, bola lalu disambar oleh Firmino dan mengumpan kepada Salah yang membuka skor.
Anak asuh Guardiola coba membalas lewat Sane, diawali David Silva – sayang tembakannya melebar.
Sesaat berselang, City tertinggal lebih jauh ketika Oxlade-Chamberlain melepas tembakan roket dari jarak 20 yards.
Liverpool mendapatkan momentum dan tak lama setelahnya, gol ketiga mereka pun lahir.
Tembakan Salah membentur Kompany – bola muntah kembali ia kuasai dan melepas umpan silang yang dengan sempurna disundul oleh Mane ke gawang Ederson.
City memulai babak kedua dengan gemilang, saat Fernandinho bekerjasama dengan Sane – sayap Jerman itu melepas umpan silang berbahaya namun sayang tak ada pemain yang mampu memanfaatkannya di dalam kotak penalti.
Pada akhirnya the Blues tak mampu mencetak gol. City hanya menang sekali dalam 37 tahun terakhir disini dan rekor buruk di Anfield pun berlanjut.
Bintang Aplikasi Matchday: Leroy Sane
Ia berlari sepanjang malam dan menekan pertahanan Liveprool berkali-kali di babak kedua.
Momen kunci - gol Salah
City memulai laga dengan baik namun gol cepat Liverpool membalikkan momentum yang menjadi dasar tiga gol dalam tempo 20 menit tuan rumah tercipta.
Catatan tim
Guardiola memilih untuk menurunkan Gundogan ketimbang Sterling dalam formasi 4-2-3-1. De Bruyne dan Fernandinho memainkan peran double pivot, Sane dan Gundogan menempati sisi kiri dan kanan, cederanya Aguero membuat Jesus memimpin lini depan.
Apa selanjutnya?
City akan menghadapi United dalam derbi pada hari Sabtu (07/04) – laga penentuan gelar Premier League. Setelah itu leg kedua perempat final kembali berlanjut dimana City akan menjamu Liverpool di Etihad Rabu (11/04) dini hari.