Ruben Dias dan Bernardo Silva dari City sama-sama menjadi starter, dengan Matheus Nunes sebagai pemain pengganti di babak kedua saat Portugal menghancurkan Armenia 9-1 di Porto untuk memastikan tempat mereka di putaran final Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Roberto Martinez memulai kualifikasi terakhir Grup F mereka dengan keyakinan bahwa kemenangan akan memastikan tempat mereka di final musim panas mendatang yang akan digelar di Amerika Utara.

Dan Selecao lebih dari sekadar memberikan hasil, menampilkan permainan dominan secara menyeluruh di Estadio do Dragao pada pertandingan yang terbukti menjadi malam yang tak terlupakan.

Tuan rumah mengawali pertandingan dengan sempurna, unggul pada menit ketujuh berkat sundulan jarak dekat Renato Veiga, yang kemudian disahkan setelah pemeriksaan VAR yang panjang.

Namun, tim tamu dengan cepat menyamakan kedudukan ketika Eduard Spertsyan mencetak gol pada menit ke-18 setelah pergerakan apik dan umpan silang dari Grant-Leon Ranos membelah pertahanan Portugal.

Namun, dua gol dalam dua menit menjelang babak keempat kembali menegaskan dominasi Portugal.

Goncalo Ramos pertama kali mengembalikan keunggulan tuan rumah pada menit ke-28, penyerang Paris Saint-Germain itu mencegat umpan balik sebelum menemukan sasaran.

LEADING MAN: Skipper Bernardo Silva
LEADING MAN: Skipper Bernardo Silva

Dan dalam 120 detik, keunggulan mereka semakin melebar ketika Joao Neves menyambar bola hasil assist Bruno Fernandes setelah sebuah serangan cepat.

Neves kemudian mencetak gol lagi tepat sebelum jeda, dengan dominasi penuh Portugal semakin dipertegas melalui penalti Bruno Fernandes di menit ke-45.

Bintang Manchester United itu kemudian mencetak gol keduanya dan gol keenam Portugal di menit ke-52, sebelum kapten Bernardo, yang telah kembali tampil gemilang, digantikan oleh mantan bintang Akademi City, Carlos Forbs, menjelang menit ke-60 dalam debut internasional bagi pemain sayap muda tersebut.

Nunes kemudian masuk lapangan dengan sisa waktu lebih dari seperempat jam, menggantikan mantan bek City, Joao Cancelo. Dias juga digantikan oleh Ruben Neves setelah pertahanan yang biasanya dominan.

Suasana pesta berlanjut dengan Fernandes yang sukses mengeksekusi penalti keduanya di laga tersebut untuk memastikan hat-trick-nya dan mencetak tujuh gol yang luar biasa bagi pasukan Martinez.

Tak mau kalah, Neves kemudian mencetak hattrick-nya sendiri untuk menambah penderitaan Armenia dan mengingatkan semua orang akan kualitas dan daya tembak Portugal.

Kesengsaraan Armenia semakin parah di masa injury time ketika Francisco Conceicao mencetak gol yang mengubah skor menjadi 9-1.