Tim Pria

Empat Penggawa City Membantu Menciptakan Sejarah Ketika Inggris Memantapkan Tempat di Final Euro 2020

Empat Penggawa City Membantu Menciptakan Sejarah Ketika Inggris Memantapkan Tempat di Final Euro 2020
Inggris memasuki final Euro 2020 dengan Raheem Sterling memainkan peran besar dalam gol yang akhirnya mengalahkan Denmark di Wembley.

Sterling, yang bermain penuh energi sepanjang pertandingan, dijatuhkan di sudut kotak penalti di perpanjangan waktu setelah menggeliat melewati beberapa tantangan dan dihadiahi penalti.

Meski tendangan penalti Harry Kane bisa diselamatkan oleh Kasper Schmeichel, mantan kiper City itu hanya bisa mendorong bola kembali ke penyerang Tottenham yang menyapu bola pantul masuk ke gawang Denmark.

Sterling, John Stones dan Kyle Walker bermain sepanjang 120 menit saat pasukan Gareth Southgate dipaksa bangkit dari ketinggalan melawan tim Denmark yang tampil gigih.

Dan Phil Foden memberikan kontribusi dari bangku cadangan untuk 28 menit terakhir dari permainan.

Inggris sekarang akan menghadapi Italia asuhan Roberto Mancini di final pada hari Senin dini hari waktu Indonesia.

Setelah pembukaan yang cerdik dengan beberapa peluang yang jelas untuk kedua sisi, Denmark memimpin dari bola mati.

Ketika Luke Shaw menarik bek Chelsea Andreas Christiansen ke bawah saat tendangan bebas melayang dari kanan, wasit dengan tepat menghukum bek Manchester United itu.

Dengan tendangan bebas lainnya – kali ini sekitar 20 yard dari gawang – Denmark diberi kesempatan untuk memimpin, dan itu diambil dengan tegas.

Mikkel Damsgaard memukul bola mati melewati tembok dan melewati Jordan Pickford untuk menjadikannya 1-0 dan membungkam mayoritas 65.000 penonton Wembley dengan waktu 30 menit.

Itu adalah gol kebobolan pertama tim Gareth Southgate di Euro 2020 dan juga tendangan bebas langsung pertama yang dicetak di seluruh turnamen.

Inggris merespons dengan baik dan pada menit ke-37, umpan luar biasa Kane kepada Sterling membuat penyerang City itu tampaknya pasti akan mencetak gol, tetapi Schmeichel berhasil menghalau dan menahannya.

Namun semenit kemudian, kedudukan menjadi 1-1 saat Bukayo Sako mendobrak di sisi kanan kotak penalti sebelum melakukan umpan mendatar yang diubah menjadi gol bunuh diri Simon Kjear dengan Sterling siap menerkam di belakangnya.

Babak kedua berlalu tanpa adatambahan gol.

Stones dan Walker solid sepanjang pertandingan – Sapuan Walker di bagian belakang terkadang luar biasa – meskipun saat 90 menit berakhir dengan skor 1-1, masih belum ada tanda-tanda Foden yang pasti akan tampil dengan segenap tenaga untuk membantu negaranya.

Saat pertandingan memasuki perpanjangan waktu, satu-satunya hal yang ingin dihindari oleh setiap penggemar Inggris adalah penalti!

Kemudian, hanya beberapa menit memasuki 30 menit tambahan, Foden disambut dengan sambutan yang meriah dan antusias dari para penggemar Inggris.

Pemain Muda Terbaik PFA Tahun Ini dengan cepat berada di jantung aksi, penuh energi dan menuntut bola di sekitar kotak penalti Denmark.

Kemudian, 103 menit memasuki pertandingan epik ini, determinasi Sterling di sisi kanan menghasilkan penalti yang akhirnya dicetak Kane untuk mengubah skor menjadi 2-1 dan membuat negara yang sudah terbiasa melihat harapan mereka pupus menahan nafas kolektifnya.

Bisakah Inggris melihat waktu yang tersisa untuk mengambil tempat mereka di final besar untuk pertama kalinya dalam 55 tahun?

Jawabannya adalah ya, dengan Denmark tidak dapat menemukan jalan kembali karena perjalanan berani mereka ke semifinal akhirnya berakhir di Wembley.

Sekarang, hanya Italia Mancini yang luar biasa yang menghalangi Inggris dan gelar besar pertama yang sulit diraih sejak 1966.

lihat semua partner klub

Mancity.com

31?
loading