Kevin De Bruyne mengatakan dia dan keluarganya memilih untuk tinggal di Manchester selama masa lockdown karena “ini adalah rumah kami”.

Playmaker Belgia itu ingin menjaga kehidupan keluarga mudanya senormal mungkin dan memutuskan untuk tinggal di Inggris sementara sebagian besar pemain Eropa tetap di asal negara rumah.

Ia memahami kebutuhan masing-masing rekan setim berbeda di masa sulit ini, terutama mereka yang memiliki keluarga di luar negeri.

CITYZENS AT HOME

Tetapi dalam kasusnya, Manchester adalah pilihan yang lebih logis.

"Untuk tetap berhubungan tidak terlalu sulit dengan FaceTime, telepon dan internet, itu mudah," kata De Bruyne.

“Jelas kami mempertimbangkan untuk pulang tetapi pada akhirnya kami tinggal di Manchester, kami terbiasa berada di sini dan saya pikir itu adalah pilihan yang lebih baik untuk tetap bagi kami karena pada akhirnya Anda tetap tinggal di rumah dan mungkin lebih aman untuk tinggal di sini kemudian untuk pulang dan memiliki rasa senang melihat orang.

“Ini tidak baik, tetapi tidak baik untuk siapa pun sehingga kita harus menjelaskannya sedikit kepada putra kami yang lebih tua yang mengerti, mungkin sedikit.

"Dia mendengar 'korona' tetapi dia baru berusia empat tahun. Mereka mengajukan pertanyaan, kadang-kadang mereka tidak mengerti mengapa tidak ada yang datang.

"Itu adalah pesta ulang tahun anak saya baru-baru ini, jadi kami harus membatalkannya untuk lain waktu sehingga dia sedikit sedih, tapi kami mencoba melakukan hal-hal menyenangkan di kebun dan matahari telah muncul sehingga kami melakukannya dengan sangat baik saya rasa."

“Kami baik-baik saja. Pada awal lockdown, keluarga saya sakit selama delapan atau sembilan hari. Itu dimulai dengan anak laki-laki saya yang kecil, kemudian anak laki-laki saya yang lebih tua dan kemudian istri saya, tetapi saya tidak tahu apakah kami memilikinya (virus) atau tidak.

“Untungnya kami tidak terjangkit dan dua atau tiga minggu terakhir benar-benar baik dan kami menemukan rutinitas sehingga kami baik-baik saja.

“Saya memiliki sedikit rasa sakit di tenggorokan saya, tetapi dari empat orang di keluarga kami saya benar-benar baik dibandingkan dengan yang lain. Saya senang mereka merasa baik-baik saja dan sekarang mereka melakukannya dengan sangat baik.

“Saya pikir semua orang mencoba melakukan bagian mereka. Saya pikir semua orang merasa bertanggung jawab dengan cara untuk komunitas mereka. Ini bisa menjadi negara mereka atau di mana Anda tinggal atau keluarga Anda, semua orang memiliki situasi sendiri dan semua orang akan mengurus orang-orang di sekitar mereka dan kemudian jelas, jika mereka bisa, mereka akan melakukan lebih banyak hal.

“Jelas kami lebih beruntung daripada yang lain sehingga kami dapat melakukan lebih banyak hal tetapi bahkan kadang-kadang untuk orang-orang ini bukan tentang uang; ini tentang interaksi antara kami dan penggemar dan saya melihatnya juga dengan video langsung yang saya lakukan.

Semua yang perlu Anda ketahui tentang CITY+ ada di sini: mancity.com/city-plus

“Ini mungkin bukan hal terbaik yang saya lakukan tetapi orang-orang menikmatinya dan orang-orang suka melihat Anda di waktu dan ruang lain dan saya pikir itu adalah hal yang baik tentang memiliki media sosial hari ini sehingga Anda dapat melakukan hal-hal seperti ini saat berada di rumah dan saya pikir itu hal yang baik. "

De Bruyne juga mengungkapkan seperti apa hari-hari di rumah tangganya saat ini.

Dengan dua anak kecil untuk dihibur dan kebugaran untuk tetap selalu dijaga, itu dua hal yang tak berhenti dilakukan sang gelandang.

Namun terlepas dari tuntutan itu, dia mengatakan dia dan keluarganya telah menemukan rutinitas yang dia sukai.

“Ya, hari saya kebanyakan dimulai antara jam 5.30 pagi dan 6 pagi," katanya. "Saat ini saya dan istri bergantian siapa yang akan bangun lebih dulu jadi di awal hari cukup mudah, mereka menonton TV, sarapan dan sekarang jam 9 pagi putra tertua saya memiliki pelajaran daring dari sekolahnya sehingga ia melakukan itu.

“Kami menjaga anak-anak tetap terhibur. Saat matahari terbenam, saya ingin mereka keluar. Kami membeli beberapa mainan, kami membeli gawang kecill, kami membuat taman bermain kecil ketika saya membeli rumah ini, jadi mereka cukup beruntung memiliki banyak hal.

“Kami berada dalam situasi yang sangat baik tidak seperti orang lain yang berada di rumah kecil atau mungkin di apartemen yang mana akan sulit. Saat anak laki-laki kami di dalam, kami menyebut mereka dua orang ‘berandal’; mereka hanya menghancurkan seluruh rumah dan itu adalah hanyalah dua anak laki-laki kecil.

“Mereka sangat baik dan saya menikmati hubungan yang mereka miliki. Itu telah tumbuh lebih sekarang karena satu-satunya yang mereka miliki adalah satu sama lain. Mereka memiliki kami, tetapi saya kira anak-anak juga tidak ingin selalu bersama orang tua mereka.

“Pada sore hari, antara pukul 12 dan 2, putra bungsu saya kebanyakan masih tidur siang, jadi itulah saatnya saya mmenjaga kebugaran saya, jadi saya mencoba melakukannya ketika istri saya tidak bersama kedua anak kami.

“Memegang dua anak terlalu sulit. Di sore hari ada lebih banyak lagi aktifitas yang sama; bermain, menggambar, apa pun yang ingin mereka lakukan, kemudian waktu mandi, membuat makanan, membersihkan rumah, melakukan hal-hal semacam itu dan sekitar jam 7 atau 8 biasanya waktu beristirahat bersama mereka.

“Saya pikir banyak orang yang melakukan hal yang sama tetapi kami mengelola dengan sangat baik. Kami telah menemukan rutinitas yang membuat kami bahagia, mereka merasa nyaman, dan saya pikir itu, bagi kebanyakan orang, tugas yang paling sulit.”