Dalam satu dekade terakhir, kami sudah bertemu dua kali di Liga Champions dengan sang jawara Spanyol dan kami kurang beruntung dengan catatan dua hasil imbang dan dua kekalahan dari total empat laga. Sedangkan di kompetisi pra-musim kedua tim sama-sama berbagi kemenangan 4-1 dalam dua pertemuan.
Kemenangan di Leg pertama pada awal tahun adalah pemecah catatan kurang baik kami melawan Real Madrid yang juga mengukuhkan keyakinan akan langkah kami di Eropa.
Jelang laga menentukan Jumat nanti waktu Inggris, kami suguhkan lima gol manis dan krusial yang kami ciptakan saat bertemu mereka.
Edin Dzeko, UCL, 2012
City bersama Real Madrid tergabung dalam grup D Liga Champions musim 2012/13. Pada leg pertama kami berkunjung ke Santiago Bernabeu. Kala itu kami harus dirugikan dengan dua gol menit akhir sehingga harusnya menyerah 3-2.
Gol pertama kami di laga tersebut dan pembuka di pertandingan tercipta melalui serangan balik cepat yang apik. Berawal dari Yaya Toure yang berhasil mendapat bola di setengah lapangan bagian kami, lalu mempertahankan bola dengan mengelak dari sergapan dua pemain Madrid. Ia lalu memberi umpan pendek dan melakukan sentuhan satu-dua dengan Carlos Tevez.
Lepas dari penjagaan lawan, gelandang Pantai Gading melesat cepat melewati garis tengah. Dengan kosongnya barisan pertahanan Madrid, ia dengan tenang melepas bola menyamping kepada Edin Dzeko yang berlari tanpa kawalan. Dzeko lalu melepaskan tendangan kaki kiri mendatar yang mengecoh Iker Casillas.
Raheem Sterling, ICC, 2017
Menjelang musim baru 2017/18, City ambil bagian dari turnamen pra-musim International Champions Cup (ICC). Dalam salah satu laga yang berlangsung di Amerika Serikat, kami menghadapi sang raksasa Spanyol, Real Madrid.
Dalam laga big match ini kedua ini ingin menguji seluruh pemain sebelum kompetisi sesungguhnya dimulai. Di babak kedua, saat kami unggul 1-0, Sterling menciptakan gol sederhana yang diawali permainan umpan pendek manis dari Kyle Walker dan Kevin De Bruyne yang memberikan umpan terobosan terukur melewati dua bek lawan kepada pemain no. 7 kami.
Memasuki daerah penalti dan datang hadangan dari Raphael Varane, Sterling dengan tenang menggelontorkan bola ke sudut sempit di tiang dalam gawang Real Madrid. Laga sendiri berkesudahan dengan keunggulan 4-1 bagi tim Biru Langit.
Brahim Diaz, ICC, 2017
Di laga yang sama dalam kemenangan 4-1 kami, Pep Guardiola menurunkan para pemain mudanya di babak kedua, selain menambah jam terbang, juga untuk memberi sedikit pengalaman bagi mereka menghadapi tim sebesar Real Madrid.
Dan Brahim Diaz yang saat itu masih bersama kami dan kini Berman untuk Real Madrid, berhasil menciptakan gol spektakuler dengan kaki kirinya. Setelah melakukan umpan satu-dua dalam prosesnya, sang gelandang muda menusuk masuk dan lalu melepaskan tendangan kaki kiri keras tepat di garis tepi kotak penalti yang menghujam deras ke pojok atas gawang Real Madrid. Tendangan indahnya menjadi penutup gol kami di pertandingan sebelum Real Madrid menciptakan gol hiburan melalui Oscar Rodriguez di penghujung laga.
Gabriel Jesus, UCL, 2020
Tiga tahun berselang setelah pertemuan di ICC, City akhirnya dipertemukan lagi dengan Real Madrid dalam kompetisi resmi Eropa, kali ini di babak 16 besar Liga Champions. Stigma Madrid sebagai Raja kompetisi dan catatan kurang beruntung kami melawan mereka tidak membuat kami gentar, lebih lagi harus bertandang ke Bernabeu di leg pertama.
Meski harus tertinggal lebih dulu lewat gol Isco di menit ke-60, anak asuhan Pep Guardiola tidak menunjukkan kata menyerah. Delapan belas menit berselang, melalui serangan di sayap kiri yang diprakarsai Raheem Sterling, De Bruyne menusuk masuk ke dalam, lalu memutar badan untuk mengelak dari tiga penjagaan bek lawan sebelum melepas umpan silang kaki kanan.
Gabriel Jesus yang dipercaya oleh Pep bermain sejak menit awal tidak menyia-nyiakan kesempatan, dengan penempatan posisi yang baik di belakang Sergio Ramos, sang striker asal Brasil berhasil menanduk bola untuk menaklukkan Thibaut Courtois dan menyamakan kedudukan. Gol yang menyulut semangat kita semua.
Kevin De Bruyne, UCL, 2020
Saat kedudukan masih 1-1 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions kami menghadapi Real Madrid di Stadion Bernabeu. City terus menunjukkan penampilan penuh percaya diri dan tak gentar akan tekanan yang datang. Hasilnya, tujuh menit jelang bubaran, serangan yang lagi-lagi dimulai dari sisi kiri oleh Raheem Sterling berbuah penalti saat sang pemain sayap dijatuhkan di kotak penalti dan wasit pun menunjuk titik putih.
Kevin De Bruyne, yang saat itu untuk pertama kalinya diberikan kepercayaan sebagai penendang utama, dengan sangat baik mengeksekusi penalt dan membawa City unggul 2-1 di kandang lawan. Meski dari titik putih, tapi gol ini sarat makna dengan pertunjukkan tak kenal takut skuad Pep Guardiola juga memberi keunggulan agregat bagi City yang akan menjamu Real Madrid di leg kedua 16 besar pada akhir pekan ini di Stadion Etihad.