Ederson mengungkapkan kelegaannya bahwa cedera yang diderita oleh Eric Garcia saat City kembali ke Liga Primer melawan Arsenal tidak seserius yang ditakuti pertama kali.

Garcia ditarik keluar setelah penundaan pertandingan selama 10 menit untuk perawatan menyusul tabrakan tak terduga yang mengkhawatirkan dengan kiper City.

Ada kekhawatiran awal bahwa pemain berusia 19 tahun itu bisa mengalami cedera serius tetapi, untungnya, pria Spanyol itu dengan cepat dikeluarkan dari rumah sakit setelah tes pencegahan awal.

Garcia akan terus dipantau dalam beberapa hari mendatang sebelum kembali ke latihan dan pertandingan kompetitif.

DONATE SEKARANG | Cityzens Giving for Recovery

Berkaca pada kejadian itu, Ederson mengungkapkan bahwa dia segera meminta maaf kepada Garcia dan menambahkan dia lega bahwa tidak ada konsekuensi serius dari apa yang terjadi.

“Saya berbicara dengannya dan meminta maaf kepadanya atas kejadian tersebut. Jelas itu bukan hal yang saya inginkan terjadi.” kata Ederson.

“Saya tidak ingin bertabrakan dengannya. Sayangnya, itu terjadi.

“Puji Tuhan, itu hanya sebuah syok, tidak ada yang serius.

“Dia ada di sini (di CFA) dua hari setelahnya, dia baik-baik saja. Dia tidak memiliki trauma, hanya luka.”

Selain dari ketakutan atas cedera pada Garcia, kiper asal Brasil itu mengatakan kembalinya kami ke aksi kompetitif yang telah lama ditunggu-tunggu juga berjalan seperti yang diharapkan.

Tetapi setelah tiga bulan tidak aktif, Ederson menambahkan bahwa tanpa penonton saat beraksi di Stadion Etihad juga butuh beberapa penyesuaian.

CITY+ | Konten premium City

“Perasaan yang menyenangkan, tetapi juga aneh,” aku Ederson.

“Bermain tanpa fans sama sekali berbeda, seperti memainkan laga persahabatan.

“Sayangnya, harus seperti ini karena pandemi virus korona yang menerpa seluruh dunia.

“Liga Primer dan semua tim melakukan semua tindakan pencegahan untuk melindungi kami dan menjaga pertandingan tetap aman.

“Itu berjalan seperti yang kita inginkan. Itu adalah kemenangan yang bagus, bermain sepak bola yang bagus setelah tiga bulan yang panjang dan saya harap kami bisa terus seperti itu.”

Dengan pertandingan yang kini semakin padat dan cepat, tantangan berikutnya bagi City adalah kembali ke Etihad Senin malam melawan Burnley.

City mencatatkan kemenangan tandang 1-4 yang mengesankan saat melawan the Clarets pada awal Desember tetapi Ederson yakin tim asuhan Sean Dyche akan membuktikan diri sebagai lawan tangguh ketika mereka melangkah keluar untuk pertandingan pertama Burnley sejak dimulainya kembali aksi Liga Primer.

“Saya pikir kami akan menghadapi banyak kesulitan karena Burnley adalah tim yang bertahan dengan sangat baik, kami harus siap untuk semua keadaan,” Ederson mengingatkan.

FANS CITY | Kami butuh masukan Anda!

“Saya pikir itu akan menjadi pertandingan yang sama sekali berbeda (dibandingkan dengan yang ada di Burnley). Ketika kami bermain di sana (Turf Moor), kami mendapat kemenangan yang bagus, di stadion yang sangat sulit untuk ditaklukkan, melawan tim yang sangat tangguh.

“Saya harap kami bisa mendapatkan hasil yang baik dengan memainkan permainan yang bagus.”

Satu momen penting lainnya dari kembalinya Liga Primer adalah reaksi kolektif para pemain dan ofisial dalam menyatakan dukungannya terhadap gerakan dan kampanye Black Lives Matter untuk membantu menghalau momok rasisme dari pertandingan dan masyarakat.

Baik pemain City maupun Arsenal berlutut sebelum kick-off pekan lalu dan Ederson mengatakan ini adalah masalah yang juga sangat erat berkaitan dengannya.

“Ini sangat penting. Ayah saya berkulit hitam, saya memiliki keluarga berkulit hitam, dan Anda tidak dapat mendiskriminasi siapa pun karena warna kulit mereka, ras mereka atau agama mereka,” penjaga gawang itu menegaskan.

“Kita harus memperlakukan semua orang dengan cara yang sama. Tidak masalah apa warna kulit Anda.

“Kita harus memperlakukan semua orang dengan setara. Saya berharap dengan gerakan itu (berlutut) kami dapat membantu mengurangi jumlah kasus rasisme.”