Neil Young adalah pemuda Fallowfield, lahir di sisi lain dari Platt Fields dan diantara tendangan Joe Corrigan dari Maine Road.

Bahkan, dia bisa melihat Moss Side City dari kamarnya dan ketika bakatnya yang muncul menarik minat dari Manchester United, mereka tidak bisa menyadari bahwa mereka membuang-buang waktu mereka.

Young ingin bermain untuk City dan dia meraihnya ketika pencari bakat Harry Godwin menawarkannya kesempatan.

Dia masuk pada tahun 1959 dan bertemu pemain seperti Denis Law, Billy McAdams, Joe Hayes, dan Bert Trautmann di masa-masa awalnya di City, meskipun dia tidak melakukan debutnya hingga akhir November 1961.

BELI: 'El Mago' - Buku resmi penghargaan Klub untuk David Silva

Manajer Les McDowall memberikan pemain muda itu debutnya di laga tandang melawan Aston Villa dan Young bermain di seluruh 24 pertandingan liga yang tersisa dengan mencetak 10 gol sebagai imbalan - tidak buruk untuk pemain berusia 17 tahun...

Dalam musim penuh pertamanya di level senior, ia adalah bagian dari tim yang terdegradasi setelah musim memalukan di mana kami kebobolan 102 gol liga.

Itu termasuk dua kekalahan 6-1 dari West Ham dan 8-1 pada hari pembukaan saat dihajar oleh Wolves - itu adalah tipe kurva pembelajaran City dimana Anda bisa bangkit dengan lebih kuat atau hancur menjadi debu dan menghilang.

Young hanya melewatkan lima pertandingan liga saat City, yang berada di bawah asuhan George Poyser, finis mengecewakan di posisi enam dan meskipun ia menikmati catatan gol terbaiknya di musim berikutnya, itu bahkan lebih terasa mengecewakan ketika sang raksasa harus jatuh finis di posisi 11 - hasil terendah klub selama 71 tahun.

 

Joe Mercer direkrut untuk menghidupkan kembali keberuntungan dan City menyerbu kembali ke papan atas sebagai juara dengan Young sebagai pencetak gol terbanyak, termasuk dua gol penting yang menyegel gelar Divisi Satu saat melawan Newcastle United..

Young memiliki kaki kiri yang mematikan dan dan pengaruhnya tumbuh di tim sepanjang waktu.

Dia bisa menendang bola dengan manis dan bebas dari mana saja di sekitar kotak penalti dan ketika dia mendapatkan kesempatan itu, ada kemungkinan dia akan menjebol jala lawan dengan drive yang tak terhentikan.

Tinggi dan anggun, Young adalah bonus bagi Mercer yang merekrut Mike Summerbee untuk mengambil alih jersey No.7 dan alih-alih menempatkan Young dengan nomor punggung 11.

Setelah mengkonsolidasikan 12 bulan pertama untuk kembali ke puncak, City merebut gelar pada tahun 1968 dan Young yang anggun tampil tangguh sepanjang musim, mencetak 21 gol di semua kompetisi dan mengkreasikan banyak gol lainnya.

Itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi anak yang biasa berkeliaran di Maine Road membayangkan dirinya di dalam lapangan mencetak gol bersama para pahlawannya. Pada tahun 1969, ia meniru impian setiap anak sekolah dengan mencetak gol kemenangan di final Piala FA saat City mengalahkan Leicester 1-0.

Umpan silang yang tepat dari Summerbee jatuh ke suatu tempat di dekat titik penalti dan Young, yang saat itu mengenakan nomor 10, menyambut dengan menendang bola ke jala gawang. Itu seperti layaknya dongeng dan meskipun tak menjadi bagian dari tim di final Piala Liga 1970 hampir setahun kemudian, ia mencetak satu gol dan memenangkan penalti ketika City mendaratkan piala Piala Winners Eropa beberapa minggu kemudian.

Kematian kakak laki-lakinya, yang baru berusia 31 tahun, menjelang akhir tahun 1970, berdampak buruk pada Young dan meskipun baru berusia 27 tahun, dia merasa sulit untuk menemukan kembali bentuk yang dia tunjukkan pada akhir 1960-an.

Tampaknya karier Young telah memuncak di City dan pria yang dijuluki Kippax dengan nama penuh kasih sayang, 'Nellie', membuat 37 penampilan lebih lanjut pada tahun 1970/71, hanya mencetak dua gol.

Setengah jalan melalui musim berikutnya, dengan Young - sekarang mulai berkurang bermain di tim utama - tawaran £48.000 diterima dari Preston North End untuk memakai jasanya.

Dia telah bermain 415 kali dan mencetak 108 gol selama lebih dari 12 tahun bersama Klub.

Mike Summerbee beberapa tahun kemudian berkata, "Mereka selalu mengatakan bahwa Bell, Lee dan Summerbee yang berpengaruh ketika mereka berbicara tentang kesuksesan-kesuksesan di bawah Mercer dan Allison - tetapi seharusnya Bell, Lee, Summerbee dan Young."

Young adalah bintang pertama sesungguhnya yang meninggalkan City setelah periode akhir tahun enam puluhan yang gemilang - tergantung pada seberapa tinggi Anda memandang Tony Coleman - tetapi hidupnya setelah sepak bola sulit dan ia dengan sedih meninggal pada 3 Februari 2011 di usia 67.

Penggemar City yang melakukan perjalanan tandang di Piala FA (dari semua tim, Leicester) diberi syal merah dan hitam sebagai penghormatan kepada salah satu talenta asli klub yang paling elegan.