Melihat kembali peristiwa - baik atau buruk - yang terjadi pada hari ini dalam sejarah kami...

Minggu 30 Mei 1999

Paul Dickov mencetak golyang nantinya akan dipilih sebagai 'City’s Greatest Ever Goal' atau Gol TErbaik Sepanjang Sejarah City ketika anak asuha Joe Royle merebut kemenangan saat nampak kekalahan sepertinya sudah di depan mata di final play-off Divisi Dua. Banyak yang akan berpendapat ini pertandingan final paling dramatis dalam sejarah Klub (pada saat itu), tetapi pada akhirnya, hadiah itu hanya promosi dari Divisi Dua, sesuatu yang banyak diyakini akan menjadi formalitas untuk Klub seukuran Manchester City.

CITY+ | Gratis untuk Cityzens sampai sepakbola dilanjutkan

Bertekad untuk melakukan hal-hal dengan cara yang sulit, City mengejar ketertinggalan 2-0 dan dengan waktu yang hampir habis, Kevin Horlock mencetak gol yang mungkin tampaknya tidak lebih dari sekadar gol hiburan pada menit ke-90. Kemudian, dengan tambahan waktu lima menit untuk bermain, Dickov menjadikannya 2-2 untuk menyelesaikan kebangkitan yang luar biasa.

Dengan tidak ada skor lebih lanjut dalam perpanjangan waktu, City, didukung oleh lebih dari 40.000 penggemar, menang 3-1 melalui adu penalti untuk menyelesaikan pertandingan sepak bola yang luar biasa. Ini juga, bisa dibilang, pertandingan yang mengubah nasib dari raksasa yang sedang sakit.

Nikmati fitur peringatan 20 tahun tahun lalu di bawah...

Rabu 30 Mei 1979

Gary Owen bergabung menuju West Bromwich Albion untuk £400.000 setelah Malcolm Allison menganggap surplus gelandang pada saat itu. Penggemar City bingung mengapa salah satu pemain muda terbaik Klub diizinkan pergi. Owen mencetak 23 gol dalam 124 penampilan untuk City dan, bersama dengan Peter Barnes, membantu menghancurkan mantan klubnya 4-0 dalam pertandingan pertamanya melawan City hanya tiga bulan kemudian.