Pelatih baru City, Enzo Maresca, yang telah menandatangani kontrak tiga tahun dengan klub, telah menikmati karier kepelatihan yang kaya dan beragam.

Perjalanan kariernya meliputi dua periode bersama The Blues, serta masa-masa sukses di Leicester dan Chelsea, dan awal karier bersama mantan bos City.

Di sini, jurnalis klub Neil Leigh menjabarkan perjalanan pelatih asal Italia ini.

Setelah awalnya memulai karier kepelatihannya sebagai bagian dari staf pelatih di Ascoli, Sevilla, dan kemudian West Ham United, pria berusia 46 tahun ini pertama kali tiba di CFA pada musim panas 2020 di mana ia menghabiskan satu musim bekerja sebagai pelatih kepala Tim Pengembangan Elit kami.

tonton: selamat datang kembali Enzo!

Di sana, Maresca membimbing tim U-21 City meraih gelar Premier League 2 pertama mereka sepanjang musim 2020/21.

Tim asuhan EDS tersebut mendapat pujian luas, baik atas cara pencapaiannya, dengan tim tersebut mengamankan gelar dengan selisih poin yang memecahkan rekor, maupun atas gaya permainan sepak bola yang menarik dan menghibur.

Maresca juga dengan piawai membentuk skuad yang sangat berbakat yang menampilkan pemain-pemain seperti Cole Palmer, Liam Delap, James McAtee, dan Morgan Rogers, dengan sebagian besar pemainnya kemudian meraih kesuksesan besar di kancah profesional elit.

Setelah sempat melatih klub Italia Parma, Enzo kemudian kembali ke CFA pada musim panas 2022, di mana ia menjadi bagian kunci dan tepercaya dari tim pelatih senior Guardiola.

Kontribusi dan wawasan Maresca terbukti sangat penting sepanjang musim 2022/23 yang luar biasa, yang membawa City meraih Treble bersejarah berupa gelar Premier League, Piala FA, dan Liga Champions UEFA.

Setelah musim bersejarah itu, Maresca kemudian diangkat sebagai manajer Leicester City pada musim panas 2023 setelah The Foxes terdegradasi dari Liga Premier.

Ia langsung memberikan dampak di King Power Stadium, membawa Leicester meraih gelar Championship dan promosi kembali ke Premier League di musim pertamanya sebagai pelatih.

Sekali lagi, baik cara Leicester meraih prestasi tersebut maupun cara progresif dalam mencapainya menuai pujian dan kekaguman luas atas kecerdasan kepelatihan dan etos kerja Maresca.

Setelah kesuksesan itu, Enzo kemudian diangkat menjadi manajer Chelsea pada musim panas 2024, di mana ia menikmati kesuksesan yang lebih menonjol dan instan.

Maresca kemudian memimpin klub London tersebut meraih dua trofi dalam musim pertamanya di Stamford Bridge, setelah juga membawa klub tersebut kembali ke Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Chelsea pertama kali mengamankan gelar Liga Konferensi UEFA 2025 dengan cara yang mengesankan, mengalahkan Real Betis 4-1 di final.

Di bawah kepemimpinan Maresca, tim London tersebut kemudian juga meraih kemenangan di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 yang diadakan di Amerika Serikat.

Di sana, kemenangan telak dan mengesankan 3-0 atas juara Eropa Paris Saint-Germain di final di New York sekali lagi menunjukkan cakupan dan luasnya kemampuan taktik Maresca.

Sebelum terjun ke dunia kepelatihan dan manajemen, Enzo juga menikmati karier bermain yang sangat gemilang dan sukses selama hampir 20 tahun di mana ia berperan sebagai gelandang tengah dan gelandang serang yang terkenal.

Karier tersebut mencakup masa-masa bersama West Brom, di mana ia menikmati status sebagai idola, sebelum kemudian membela Juventus, Fiorentina, Sevilla, Malaga, dan Olympiakos di antara klub-klub lain dengan hasil yang mengesankan.

Gelar Serie A, dua Piala UEFA, satu Piala Super UEFA, Copa del Rey, dan satu Supercopa de Espana termasuk di antara koleksi trofi penting Maresca, dengan Enzo juga mewakili Italia di level U-21.

Sepanjang kariernya sebagai pemain, Maresca juga diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sepak bolanya dengan bekerja di bawah beberapa manajer paling dihormati dan dikagumi dalam dunia sepak bola.

Di antara nama-nama besar yang membantu membentuk perkembangannya adalah Carlo Ancelotti dan Marcello Lippi di Juventus, ikon kiper Italia Dino Zoff di Fiorentina, Juande Ramos di Sevilla, ikon Brasil Zico di Olympiakos, dan mantan manajer City Manuel Pellegrini yang bertanggung jawab selama Enzo bermain di Malaga.