Tim Pria

The Story of: Roy Paul – Pria Yang Memegang Kata-Katanya

The Story of: Roy Paul – Pria Yang Memegang Kata-Katanya
‘A born leader’, terlahir sebagai pemimpin…

Saat orang menilai Anda seperti itu, rasanya tak perlu diragukan kualitas kepemimpinan yang ada dalam diri Anda, dan itulah yang disematkan rekan setim Roy Paul, gelandang Manchester City di era 50an, seorang kapten yang dihormati.

Bila dalam satu dekade terakhir kita mengenal Vincent Kompany sebagai ‘Captain Fantastic’, nyatanya City pernah memiliki pemimpin serupa di masa lampau.

The Story of, ini sepercik cerita tentang kapten City asal Wales, Roy Paul…

CITY+ | DAFTAR UNTUK AKSES KONTEN EKSLUSIF

PERJALANAN BERLIKU

Tiga puluh tahun, ya, itu adalah umur Roy Paul saat direkrut City. Kemana saja Ia sebelum itu?

Anak asal Ton Petre, Rhondda Valley, Wales Selatan ini sebelumnya mengerjakan apa yang menjadi hal biasa di daerah asalnya, yaitu penambang batu bara. Itu ia mulai lakukan setelah berhenti dari sekolah pada umur 15 tahun.

Di sela aktifitas sebagai penambang ini ia bermain di klub amatair, Ton Boys.

Pria kelahiran 18 April 1920 ini baru memulai karir profesionalnya di umur 19 tahun saat Swansea Town merekrutnya di tahun 1939.


                        The Story of: Roy Paul – Pria Yang Memegang Kata-Katanya

Bakat sepakbolanya memberi Ia jalan lain untuk keluar dari hidup yang dapat dikatakan selalu penuh perjuangan sejak awal.

Namun sekali lagi, Perang Dunia II membuat langkah satu dari 12 bersaudara ini terhenti dan kembali ke pekerjaan menambang.

Ia sebenarnya kesulitan untuk beradaptasi kembali dengan kehidupan penambang, beruntung kemampuan fisiknya membawa Ia menjadi sukarelawan di Royal Marines sebagai Instruktur Latihan Fisik sambil sesekali tetap membantu Swansea dan Exeter City sebagai pemain ‘undangan’ selama perang saat ia bisa.

Setelah perang usai, atau enam tahun tepatnya Roy harus menunggu untuk akhirnya melakukan debut senior penuh bersama Swansea.

Ia langsung membantu Swansea menjuarai Divisi Tiga pada 1946/47, membuat 159 penampilan dan 11 gol.

Feed the Goat | Dokumenter CITY+
WATCH: Feed the Goat | Dokumenter CITY+

Roy sempat diminati Arsenal namun ditolak mentah-mentah oleh klub, Ia juga pernah memilih mencoba menjalani trial di Kolombia bersama Milionarios, merasa tak kerasan Ia memllih kembali, namun pihak Swansea sudah terlanjur kecewa dan memasukkan dirinya ke daftar pemain yang akan dilepas.

Saat itulah, sang manajer legendaris City Les McDowall (sabar, kita akan membahas spesial dirinya di episode lain The Story of!) yang baru menjabat merekrutnya senilai £19,500 untuk mengisi skuad City yang baru saja terdegradasi.

Rekrutan pertama sang manajer yang terbukti inspirasional.

CEMERLANG BERSAMA THE BLUES

Meski bergabung di umur yang tak lagi muda, talenta Roy justru semakin bersinar setelah bergabung dengan City.

Di musim pertamanya itu, Ia langsung diberi ban kapten, mempimpin tim menjuarai Divisi Dua untuk kembali ke kasta tertinggi.

Total 294 penampilan bersama the Blues, 270 diantaranya untuk pertandingan Liga (229 untuk pertandingan Liga Divisi Satu, 41 pertandingan Divisi Dua), 23 Piala FA dan satu laga Charity Shield.

Selalu mendorong rekan setim untuk maksimal, mengkritisi mereka yang setengah hati, Ia tak pernah ragu ungkapkan perasaannya, itu yang menjadi kekuatan diri Roy yang membuatnya diakui sebagai salah satu kapten terbaik dalam sejarah klub.

SUBSCRIBE PODCAST RESMI MAN CITY

Tujuh musim dan satu trofi, tak berkilau namun berarti.

Satu trofi tersebut adalah trofi Piala FA 1955/56.

Satu musim sebelumnya di kompetisi yang sama, Roy dkk berhasil membawa City ke final kompetisi tertua di Inggris tersebut, itu menjadi final pertama bagi klub setelah terakhir mencapai partai puncak pada 1933/34 di mana kita berhasil menjadi juara menggalahkan Portsmouth.

Namun sayang kita tak bisa mengulangi kesuksesan setelah harus menyerah dari Newcastle 1-3.


                        The Story of: Roy Paul – Pria Yang Memegang Kata-Katanya

Paul sangat kecewa dan menyalahkan dirinya sendiri, ia pun berjanji untuk membawa timnya kembali ke Wembley dan menjadi juara di kompetisi tahun berikutnya.

Dan ia menjadi pria yang memegang kata-katanya,

Menaklukkan Blackpool di putaran ketiga, lalu hempaskan Southend United, hingga menyingkirkan Liverpool dan Everton, sebelum akhirnya menang tipis 1-0 atas Tottenham di semi-final, perjalanan City terbukti cukup menegangkan.

Sampai pada akhirnya tiba di partai penutup, 100.000 penonton memadati Wembley menyaksikan pertandingan yang dipimpin wasit Alf Bond.

Di pertandingan yang terkenal dengan aksi heroik kiper Bert Trautmann saat terus membela tim meski diketahui setelahnya bahwa ia mengalami patah leher dalam pertandingan, City sudah unggul cepat lewat Joe Hayes di menit ketiga.

Gol tambahan dari Jack Dyson dan Bobby Johnstone di babak kedua cukup membawa City memastikan juara dengan kemenangan 3-1 atas Birmingham City.


                        The Story of: Roy Paul – Pria Yang Memegang Kata-Katanya

Hari yang sangat sepsial bagi sang Kapten, Ia pun mengajak anaknya, Robert, unutk turun ke lapangan dan memegang trofi kebanggaan.


                        The Story of: Roy Paul – Pria Yang Memegang Kata-Katanya

Kemenangan yang layak untuk karir yang tidak diragukan lagi pantas mendapatkan lebih.

Fakta Roy Paul

  • Pertandingan terakhirnya untuk City adalah pada 22 April 1957 di Goodison Park melawan Everton.
  • Dia adalah orang Wales kedua yang menjadi kapten the Blues untuk meraih kejayaan di Piala FA – yang pertama adalah Billy Meredith.
  • Roy meninggal dunia di Treorchy pada 21 Mei 2002 dalam usia 82 tahun.
lihat semua partner klub

Mancity.com

31?
loading