Setelah mengalahkan Crystal Palace 1-0 untuk setidaknya 24 jam City berada di puncak kalasemen sementara menunggu hasil pertandingan antara Arsenal yang berkunjung ke Newcastle.

Walau City tidak tampil mempesona seperti biasanya kalau di Etihad, Manuel Pellegrini menyebut kemenangan ke sepuluh dari 11 pertandingan terakhir itu pantas diraih City.

‘’Menurut saya kami tidak meraih kemenangan itu dengan keberuntungan. Satu tim ingin bermain selama 90 menit sementara yang lainnya bertahan total,’’ nilai Pellegrini.

‘’Sangat tidak mungkin untuk bermain bagus hanya 44 jam setelah bertanding lawan Liverpool. Itu sebabnya sangat penting untuk mengerti cara menang dengan skor tipis semacam 1-0 itu.’’

…………….Manuel Pellegrini……………

‘’Kedua pertandingan itu sangat berbeda dan sebelum pertandingan kami yakin seyakin-yakinnya bahwa pertandingan ini tidak akan mudah. Sangat sulit bila mereka tidak ingin bermain keluar dari pertahanan mereka.’’

Group celebration

Walau Edin Dzeko membawa kemenangan dengan golnya di menit ke-66 tetapi tampak jelas bahwa pemain-pemain City lelah fisik dan pikiran.

Pellegrini sejak awal sudah tahu anak asuhnya akan kesulitan membongkar pertahanan Palace yang gigih dan berlapis tetapi puas akhirnya bisa terjadi.

‘’Tim kami tidak cukup segar untuk membongkar pertahanan dengan sepuluh pemain di kotak penalti,’’ katanya.

‘’Saya bisa mengerti mengapa mereka bermain seperti itu karena menang sulit untuk ditembus terutama kalau lawan tidak bugar baik fisik maupun pikiran.’’

‘’Kami tidak begitu peduli apakah akan memimpin klasemen hanya 24 jam tau lebih panjang lagi. Tetapi kami berada di posisi yang kami inginkan sejak awal kompetisi.’’

‘’Kami bermain di semi final Piala Liga Capital One, minggu depan di Piala FA, babak 16 besar Liga Champions dan di puncak klasemen.’’

‘’Mungkin delapan pertandingan yang lalu, tidak ada yang percaya kami bisa mengejar ketinggalan enam angka kami dari Arsenal. Kami harus terus menjaga momentum ini. Ini baru separuh musim.’’

‘’Paruh kedua akan sama dengan enam atau lima tim berebut gelar juara.’’

Sementara untuk tahun baru Manuel hanya punya satu keinginan: ‘’Target saya untuk tahun baru hanyalah mengalahkan Swanse.’’

Sementara manajer Crystal Palace, Tony Pulis mencoba bersikap filosofis dengan kekalahan anak buahnya.

‘’Pertandingan yang kami tahu akan berat, harus mendatangi City yang sedang bagus-bagusnya. Tetapi Palace menjalankan rencana permainan dengan bagus dan berbahaya saat melakukan serangan balik.’’

‘’Persoalannya adalah menyelesaikan peluang. Semua orang akan berbicara tentang penyelamatan yang dilakukan Joe Hart yang fantastis.’’

‘’Saya puas dengan usaha kami ini.’’