Skuad asuhan Gary Monk mengalami empat kekalahan dari lima pertemuan terakhirnya melawan the Blues tetapi mereka menang di tiga laga terakhir musim ini.
Dalam edisi terbaru diskusi kali ini, kami mencoba menganalisa apa yang dipertaruhkan oleh tim asal Wales Selatan itu di Minggu sore menghadapi City…
Di Tangan Sendiri…
Kekalahan yang dialami oleh Asenal atas Swansea minggu lalu membuat harapan City untuk memastikan posisi kedua tergantung pada diri mereka sendiri.
Tak ada perbedaan besar mengakhiri musim di posisi kedua maupun ketiga, namun akan terasa lebih baik jika kita mampu berada di posisi dua besar Liga Primer dalam empat musim terakhir.
Perburuan untuk tempat kedua akan ditentukan di pertandingan terakhir musim ini, jika mampu meraih kemenangan atas tim Wales itu City akan memastikan posisi tiga besar, serta menghindari babak play-off Liga Champions.
Ambisi Swansea lolos ke Eropa…
Kualifikasi ke Liga Eropa masih memungkinkan bagi tim tamu jika mereka mampu memetik hasil sempurna di dua laga teakhir melawan City dan Crystal Palace.
Dalam tiga laga terakhir, the Swans mampu mengalahkn Newcastle, Stoke dan Arsenal, membuat mereka bertengger di posisi ke delapan di bawah Southampton dan Spurs yang sedang dalam performa kurang bagus belakangan ini.
Muda melawan Pengalaman…
Banyak pendapat yang menganggap rata-rata usia skuad City tergolong tua untuk mengarungi musim ini.
Gary Naville mengatakan rataan usia tim asuhan Manuel Pellegrini itu paling tinggi diantara seluruh kontestan Liga Primer di bulan September dan hal ini bisa menjadi penghalang bagi misi mereka menjuarai kompetisi Liga Champions.
Pendapat ini didukung oleh Jamie Carragher dan Jose Mourinho, tetapi menyaksikan penampilan Juventus yang menyingkirkan Real Madrid di semifinal Liga Champions dengan menurunkan enam pemain yang berusia diatas 30 tahun memunculkan perdebatan skuad muda versus skuad yang berpengalaman.
Usia rata-rata seluruh skuad Juventus yang diturunkan di Bernabeu adalah 29,5 sedangkan starting XI City yang diturunkan dalam laga terakhir melawan Barcelona adalah 29,4.
Usia hanyalah sebuah angka, meskipun City membeli pemain muda di musim panas tentu akan menjadi kebijakan bermanfaat ke depannya.
Lampard kembali…
Wilfried Bony bukanlah satu-satunya pemain yang kembali menghadapi mantan klubnya melawan Swansea Minggu (17/05) nanti.
Frank Lampard bermain sebanyak sembilan kali bagi Swansea City di musim 1995/96 ketika ia dalam masa peminjaman dari West Ham.
Dalam biografinya di tahun 2006, Lampard menjelaskan, “Lapangan latihan Swansea cukup tua dan saya terkejut dengan kurangnya fasilitas. Kami memenangi dua pertandingan dan hanya ada beberapa ribu fans yang datang menonton kami kesulitan menghindari degradasi.”
Satu dekade kemudian Frank menyampaikan pujiannya, “Mereka menjadi percaya diri, mereka memainkan sepakbola yang indah dan di pertandingan kandang terakhir mereka musim ini saya merasa mereka akan bermain tanpa beban,” ia mengatakan kepada indonesian.mcfc.com.
“Monk adalah manajer muda dan mantan pemain, beberapa orang memprediksi ia akan kesulitan tahun ini, yang terjadi justru sebaliknya mereka mematahkan prediksi tersebut.”
Kun mengejar rekor pribadi…
Sergio Aguero pemain dengan performa paling impresif dalam dua bulan terakhir di Liga Primer dengan rekor selalu dibuat setiap ia memasuki lapangan.
Kun selalu mencetak gol dalam lima pertandingan terakhir di Liga Primer, mencetak total delapan gol tetapi ia belum pernah mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun.
Apakah ia akan memecahkan rekor lagi untuk mengamankan gelar sepatu emas?