Aguero kembali
Kun telah menyelesaikan masa larangan bermainnya sebanyak tiga pertandingan dan ia bisa kembali diturunkan di Liberty Stadium Sabtu (24/09) nanti.
Aguero tengah berada dalam performa terbaiknya selama membela City, ia jauh lebih tajam dibawah asuhan Pep Guardiola, setidaknya itulah yang telah dibuktikannya di awal musim ini.
Aguero harus bermain dengan kepala dingin, karena besar kemungkinan para bek lawan akan mencoba memprovokasinya dengan berbagai cara. Terutama lini pertahanan Swansea sangat mengedepankan permainan fisik.
Semoga kembalinya Aguero akan ditandai dengan gol, mengingat sang striker Argentina itu sedang subur-suburnya.
Pengganti Nolito
Nolito juga harus menepi selama beberapa pertandingan setelah dikartu merah wasit di pertandingan melawan Bournemouth. Absennya sang inside forward asal Spanyol ini sepertinya akan membuat Raheem Sterling kembali bermain sebagai penyerang sayap kiri.
Pertanyaan mengemuka tentang sosok yang akan dipasang Pep di sayap kanan, apakah Leroy Sane akan membuat penampilan keduanya sebagai pemain inti, ataukah justru Jesus Navas yang akan diberikan kesempatan oleh manajer berusia 45 tahun tersebut.
Waspada Llorente
Swansea punya satu pemain yang bisa menjadi ancaman di lini pertahanan City: Fernando Llorente. ‘Rey Lion’ julukan sang pemain, sangat dominan dalam duel udara, besar kemungkinan Kompany yang bisa mengimbangi kekuatan Llorente harus absen akibat kembali mendapat cedera di Piala EFL lalu.
Itu berarti Nicolas Otamendi akan kembali menemani John Stones di jantung pertahanan City. 20 menit terakhir di derbi Manchester adalah tantangan sulit bagi lini belakang City karena United terus melepas umpan panjang dan bola-bola atas. Swansea kemungkinan besar akan menerapkan taktik yang sama dengan memanfaatkan tinggi badan Llorente.
Kuncinya City harus terus menguasai bola selama mungkin, dan ketika kehilangan bola para pemain wajib menerapkan pressing tinggi dari lapangan tengah, sehingga bahaya serangan balik bisa diredam.
Dominasi total
Pep membuat sembilan pergantian dalam laga Piala EFL Kamis lalu. Itu berimbas terhadap permainan City dimana the Blues tampil kurang trengginas di babak pertama. Clichy menjelaskan bahwa sang manajer marah ketika turun minum dan permainan City pun berubah di babak kedua.
Kali ini besar kemungkinan Pep tidak akan merubah terlalu banyak susunan pemain inti meskipun laga melawan Celtic hanya berjarak empat hari. Itu berarti kita akan bisa menikmati kembali gaya permainan sepakbola indah yang sarat pressing tinggi dari para pemain City. Mimin @HanifThamrin cukup terkejut melihat betapa cepatnya para pemain City menyerap metode permainan yang diinginkan oleh Pep Guardiola.
Hal itu terjawab saat mengetahui City melakukan sesi latihan khusus, yaitu simulasi ketika tim kehilangan bola. Lima sampai enam pemain akan menerapkan pressing tinggi untuk merebut bola secepat mungkin, tidak heran adaptasi Pep dan para pemain City berjalan mulus.